Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna
Mengenal Motif Batik Jogja dan Filosofinya
1 Oktober 2024 14:43 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Batik merupakan salah satu ragam seni budaya yang dimiliki Indonesia. Motif batik Jogja menjadi pembahasan yang menarik untuk dipelajari lebih jauh. Sebab, setiap batik memiliki ciri khas dan filosofinya masing-masing.
ADVERTISEMENT
Pembuatan batik menggunakan bahan baku kain, lilin, canting, dan pewarna. Untuk membuatnya diperlukan keahlian khusus dan pemahaman dalam melukis motif-motif ke media yang akan dibatik.
Ragam Motif Batik Jogja beserta Filosofinya
Menurut buku Seni Budaya dan Keterampilan 4, Drs. Sri Murtono, M.Pd. dkk (2007:54), batik berasal dari kata mbatik yang artinya membuat titik-titik. Batik adalah gambar atau hiasan pada kain.
Yogyakarta atau dikenal juga dengan Jogja, menyimpan sejarah yang panjang tentang budaya, termasuk pada motif batiknya. Inilah beberapa motif batik Jogja yang menarik untuk diketahui.
1. Motif Parang Barong
Motif batik Parang Barong hanya boleh resmi dikenakan oleh Raja ketika tampil di depan umum. Bentuk ornamennya paling besar, lebih dari 8cm. Membentuk seperti huruf 'S'.
ADVERTISEMENT
Filosofi yang tersimpan di dalamnya adalah melambangkan pengendalian dari dalam diri, kebijaksanaan, dan kehati-hatian saat bertindak maupun berturut kata.
2. Motif Kawung
Motif Batik Kawung merupakan motif batik yang bentuknya seperti bulatan mirip buah kawung (sejenis kelapa, buah aren atau kolang-kaling) yang secara geometris.
Motif kawung memiliki filosofi tentang kesempurnaan, kemurnian dan kesucian dalam kehidupan manusia. Motif batik Kawung diyakini diciptakan oleh salah satu Sultan kerajaan Mataram.
3. Motif Grompol
Batik dengan motif Grompol merupakan salah satu motif batik Jogja yang menyerupai rantai yang saling terikat dengan bentuk dan ukuran yang sama. Ciri khas uniknya adalah pola-pola geometris yang mengingatkan yang berbentuk bintang atau bunga mawar yang kecil-kecil.
4. Motif Geblek Renteng
Motif batik ini khas Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Geblek yang merupakan makanan khas daerah ini dijadikan motif utama dan berbagai simbol yang menunjukkkan kekayaan alam dari Kabupaten Kulon Progo. Bentuknya seperti angka 8 dan berderet.
ADVERTISEMENT
Demikian penjelasan tentang motif batik Jogja yang memiliki keragaman bentuk dan filosofi. Setiap motif memiliki ciri khas masing-masing dan sebagai generasi masa depan, harus melestarikan dan menjaga salah satu ragam budaya kebanggaan Indonesia ini. (DVA)
Baca Juga: Sejarah dan Makna Motif Tumpal pada Batik