Mengenal Nama Lain dari Teknik Aquarel

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam melukis, terdapat beberapa teknik yang mempunyai ciri khas yang berbeda-beda. Salah satunya, yaitu teknik aquarel. Nama lain dari teknik aquarel biasa disebut dengan teknik sapuan basah.
Teknik tersebut digunakan dalam menutup objek lukis yang dilakukan dengan cara menyapu menggunakan cat air secara tipis. Di mana medianya basah agar tercipta warna yang transparan. Sehingga dapat menghasilkan karya dengan paduan warna tipis, transparan, dan tembus pandang.
Mengetahui Nama Lain dari Teknik Aquarel
Dikutip dari buku Dasar-dasr Desain Komunikasi Visual (DKV), Subria, dkk (2023:72), nama lain dari teknik aquarel adalah teknik sapuan basah. Di mana teknik tersebut merupakan teknik melukis atau menggambar dengan sapuan warna tipis.
Selain itu, mempunyai karakter khusus bahan pewarnanya, sehingga menghasilkan gambar yang lebih menarik. Bahan pewarna yang digunakan dalam teknik tersebut, berupa cat air.
Penggunan bahan tersebut dipilih agar dapat menghasilkan gambar yang objeknya dapat tampak transparan. Media yang digunakan untuk bahan cat air yaitu, kertas. Namun, dalam melakukannya harus dapat mengatur tingkat kekentalan dari cat air dan teknik melukisnya.
Ciri-ciri Teknik Aquarel
Untuk dapat membedakan teknik melukis satu dengan lainnya, maka perlu mengetahui ciri-cirinya. Berikut adalah penjelasan ciri-ciri dari teknik aquarel.
Pewarnaannya menggunakan bahan cat air dan diaplikasikan menggunakan kuas.
Dalam mewarnai lukisannya dilakukan secara tipis. Artinya, tidak terlalu memakai penekanan ketika mengolaskan kuas catnya pada media lukis.
Mempunyai sifat yang mudah kering, sehingga akan menghasilkan lukisan yang cenderung ekspresif dan spontan.
Lukisannya memakai berbagai kombinasi warna yang terang.
Hasil lukisannya mempunyai karakteristik lekat dan akan tampak seperti transparan.
Jenis-jenis Teknik Aquarel
Dalam teknik aquarel, terdapat 2 jenis variasi teknik yang dapat disesuaikan dengan hasil yang diinginkan. Di mana setiap jenis variasinya mempunyai karakteristik dan menghasilkan karya yang berbeda. Adapun penjelasannya sebagai berikut.
1. Teknik Wet on Wet
Teknik wet on wet dilakukan dengan cara menumpuk polesan catnya pada kondisi basah. Artinya, olesan cat sebelumnya yang masih dalam kondisi basah ditumpuk lagi dengan olesan cat yang baru atau dengan cara mengoleskan cat basah pada kertas yang basah.
Teknik tersebut dapat menciptakan tepian yang karakteristiknya lembut, efek acak yang kompleks, serta menghasilkan gradasi warna indah. Dalam menggunakan teknik wet on wet, harus dapat mengontrol kelembabannya. Karena untuk membatasi pigmen warna dari catnya.
2. Teknik Wet on Dry
Pada teknik wet on dry, tahap penumpukan cat warnanya dilakukan dengan menunggu kering terlebih dahulu olesan pertamanya, baru kemudian melakukan olesan cat yang baru atau dilakukan dengan mengoleskan cat basah pada kertas kering.
Teknik tersebut dapat menciptkan tepian yang karakteristiknya gelap dan obejknya akan nampak lebih tajam, serta bentuknya terdefinisi secara baik.
Baca Juga: Pengertian Teknik Goresan Ekspresif dan Alat yang Digunakan
Nama lain dari teknik aquarel adalah teknik sapuan basah. Di mana teknik tersebut menggunakan bahan cat air, yang dapat dilakukan dengan 2 jenis variasi teknik, yaitu wet on wet dan wet on dry. Hasil karya dari teknik aquarel akan tampak transparan dan warnanya terang, serta menarik. (PAM)
