Konten dari Pengguna

Mengenal Nama Senyawa N2O5 dan Penjelasannya dalam Kimia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi nama senyawa N2O5. Sumber: pexels.com/Rfstudio.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nama senyawa N2O5. Sumber: pexels.com/Rfstudio.

Nama senyawa N2O5 merupakan penyebutan khas yang umum digunakan dalam ilmu kimia. Nama tersebut untuk membedakan senyawa satu dengan yang lainnya, terutama untuk keperluan laboratorium.

Nama yang khas akan lebih mudah diingat. Penyebutan "en dua o lima" akan merepotkan jika sering dilakukan, sedangkan ada senyawa yang mirip. Misalnya N2O3. Penamaan tersebut tidak sembarang diberikan, melainkan ada tata nama yang berlaku universal.

Nama Senyawa N2O5

Ilustrasi nama senyawa N2O5. Sumber: pexels.com/RfStudio.

Penamaan yang bersifat universal penting dilakukan untuk menyatukan bahasa kimia di seluruh dunia. Dengan demikian, hasil penelitian di satu belahan bumi bisa dipahami oleh peneliti di belahan bumi lain.

Untuk mengetahui nama senyawa N2O5, tata nama senyawa kimia harus dipahami lebih dahulu. Dikutip dari Belajar Kimia Secara Menarik untuk SMA/MA Kelas X, Das Salirawati dan Kawan-kawan (2007:86), N2O5 merupakan senyawa anorganik biner.

Ada beberapa hal yang penting diketahui tentang tata nama senyawa anorganik biner, yaitu:

  1. Senyawa biner adalah senyawa kimia yang terdiri dari dua atom.

  2. Jika senyawa tersebut terdiri dari 2 unsur, yaitu unsur logam dan nonlogam, maka unsur logam disebutkan lebih dahulu diikuti dengan unsur non logam dan diakhiri dengan "ida.

    Contoh: natrium klorida (NaCl), magnesium klorida (MgCl2), dan kalsium oksida (CaO).

  3. Beberapa unsur logam memiliki lebih dari satu bilangan oksida. Bilangan oksida adalah bilangan yang seolah-olah dimiliki atom suatu unsur bila atom tersebut berkaitan dengan atom dari unsur lain.

    Penamaan senyawa yang demikian diawali dengan penyebutan nama logam tersebut dan menuliskan bilangan oksidasinya dengan angka romawi dalam tanda kurung, diikuti nama unsur bukan logam dan diakhiri dengan "ida".

    Contoh: besi(II)klorida (FeCl2) dan besi(III)klorida (FeCl3).

  4. Jika senyawa tersebut terdiri dari sesama unsur nonlogam, maka penamaan dimulai dengan menyebutkan jumlah atom unsur pertama dalam bahasa Yunani, lalu menyebutkan unsur pertama, kemudian menyebutkan jumlah atom unsur kedua dalam bahasa Yunani, diikuti nama unsur kedua, dan diakhiri dengan "ida".

    Sedangkan jumlah atom dalam bahasa Yunani dari 1 hingga 10 adalah mono, di, tri, tetra, penta, heksa, hepta, okta, nona, dan deka.

    Contoh:

    N2O5 jika dijabarkan menjadi N = natrium; 2 = di; O = oksigen; 5 = penta.

    Jika disusun berdasarkan tata nama senyawa kimia yang benar, maka nama N2O5 adalah dinitrogen pentaoksida.

Jadi sudah terjawab bahwa nama N2O5 adalah dinitrogen pentaoksida.

Baca juga: 10 Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik dalam Kimia

Itulah nama senyawa N2O5 dalam tata nama senyawa kimia yang benar. Untuk menguasai tata nama seperti itu dibutuhkan pemahaman tentang unsur-unsur kimia dan banyak menghapal. (lus)