Konten dari Pengguna

Mengenal Osifikasi, Proses Pembentukan Tulang Manusia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengenal Osifikasi, Proses Pembentukan Tulang Manusia, foto:pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengenal Osifikasi, Proses Pembentukan Tulang Manusia, foto:pexels

Tulang merupakan salah satu bagian terpenting pada tubuh manusia yang memiliki banyak fungsi. Osifikasi adalah proses alami sel-sel tulang pada manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan yaitu, dari tulang rawan sampai menjadi tulang keras.

Setiap tahapan perkembangan dan pertumbuhan manusia, struktur tulang yang terbentuk berbeda-beda. Oleh karena itu, perlu mengenal tahapan osifkasi atau pembentukan tulang pada manusia.

Mengenal Istilah Osifikasi

Ilustrasi Osifikasi adalah, foto:pexels

Mengutip dari buku Biologi 2 SMA dan MA kelas XI, Diah Aryulina, dkk (2020:97), osifikasi adalah proses pembentukan tulang, di mana terbentuknya rangka manusia dimulai pada waktu akhir bulan kedua stadium embrio yang masih berupa tulang rawan (kartilago).

Terbentuknya tulang rawan dilakukan oleh jaringan mesenkim yang selanjutnya mengalami pembentukan tulang. Dimulai dari sel-sel tulang terbentuk dengan bertahap yang berasal dari arah dalam menuju luar. Hal itulah yang menyebabkan pembentukannya konsentris.

Tahapan Proses Osifikasi dalam Pembentukan Tulang Manusia

Ilustrasi Tahapan Proses Pembentukan Tulang Manusia, foto:pexels

Pada tahapan pembentukan tulang manusia (osifikasi) terdapat 2 jenis tahapan, yaitu osifikasi intramembran dan osifikasi endokondrium. Berikut penjelasannya.

1. Osifikasi Intramembran

Osifikasi intramembran disebut juga dengan istilah direct ossifacation, yaitu pembentukan tulang dengan memalui perubahan jaringan ikat mesenkim di mana lembaran membran berubah menjadi jaringan tulang.

Terjadinya osifikasi intramembran pada beberapa tulang pipih, yaitu zygomatic, parietal, frontal, palatal, maksila, vomer, dan lacrimal. Secara umum, tahapan osifikasi intramembran secara umum terdapat 4 urutan, yaitu

  • Pembentukan Pusat Osifikasi

Pada pembentukan pusat osifikasi diawali dengan sel punca mesenkimal berkumpul dan membentuk osteoblas, kemudian terbentuklah pusat osifikasi.

  • Pembentukan Matrik

Pada tahap ini akan terbentuk sel tulang matang dimana, osteoblas akan melakukan pengeluaran serat berwujud protein, kemudian terbentuklah matriks tulang.

Serat tersebut disebut dengan osteoid, selanjutnya osteoid akan bertemu kalsium yang membentuk tulang terkalsifikasi. Tulang tersebut akan menyerap osteoblas dan terbentuklah sel tulang matang (osteosit).

  • Periosteum dan Weaving

Pada tahap periosteum dan weaving terjadi proses pelekatan osteoid secara acak pada area pembuluh darah yang membentuk trabecule, kemudian muncul tulang spongiosa.

  • Pembentukan Tulang Keras

Tahapan akhir osifikasi intramembran, yaitu pembentukan tulang keras dimana trebaculae akan terus menebal pada tulang spongiosa. Selain itu, osteoblas juga secara terus membentuk osteoid.

Kemudian osteoid mengalami pengerasan dan membentuk tulang keras yang diikuti dengan terbentuknya sumsum tulang merah.

2. Osifikasi Endokondrol

Osifikasi endokondrol disebut juga dengan istilah indirect ossification yaitu, pembentukan tulang yang terjadi akibat tulang rawan yang hilang dan berubah menjadi tulang keras. Osifikasi endokondral terjadi pada tulang panjang manusia.

Secara umum tahapan osifikasi endokondrol terdapat 5 urutan, yaitu

  • Pembentukan Periosteum Coollar

Pembentukan periosteum coollar dimulai dengan sel-sel ostegogenik berubah menjadi osteoblas. Kemudian mengeluarkan serat protein (osteosid) pada bagian luar tulang rawan. Selanjutnya, terbentuk bone collar yang keras dari berkumpulnya osteoblas.

  • Pembentukan Rongga

Tulang rawan yang mengeras susah untuk ditembus nutrisi, sehingga mengakibatkan terbantuknya rongga pada tulang rawan bagian dalam.

  • Invasi Vaskular

Rongga yang terbentuk pada tulang rawan sebagai jalan pembuluh darah, area yang terlwati tersebut disebut foramen nutrisi. Kemudian osteoklas dan osteoblas memecah sisa tulang rawan dan terbentuklah tulang spongiosa.

  • Elongasi

Pada tahap ini sebagian dari pembuluh darah, osteosit, osteoklas secara terus menyerang tulang yang mengakibatkan tulang mulai memanjang. Kemudian terbentuklah rongga meduler.

Selama embrio berkembang, poros tulang terus memanjang. Kemudian terbentuklah pusat osifikasi sekunder.

  • Osifikasi Pifisis

Tahap osifikasi epifisis membentuk tulang spongiosa, di mana tulang rawan hialin akan tertinggal pada ujung tulang dan terbentuklah lempeng epifisis. Sisa dari tulang hialin hanya berupa tulang artikular dan lempeng epifisis.

Baca juga: 4 Fungsi Tulang Tempurung Lutut dan Gangguannya

Dari penjelasan artikel di atas,diketahui bahwa osifikasi adalah proses pembentukan tulang pada manusia dari tulang rawan menjadi tulang keras.

Di mana proses pembentukan tulang teridiri dari 2 tahapan, yaitu osifikasi intramembran dan osifikasi endokondrol. Ulasan tersebut dapat menjadi referensi belajar bagi pembaca. Semoga bermanfaat! (PAM)