Mengenal Pengertian Active Listening dan Cara Melakukannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Active listening adalah kemampuan untuk menyimak lawan bicara yang penting dalam komunikasi. Kemampuan ini harus dimiliki semua orang. Kemampuan ini berguna untuk berhadapan dengan anak-anak, orang tua, tetangga, terlebih rekan kerja.
Active listening bisa dipelajari, namun harus ada kemauan dari diri sendiri. Mengenal pengertian active listening dan cara melakukannya akan merupakan tambahan pengetahuan yang sangat berharga.
Pengertian Active Listening adalah Kemampuan Menyimak
Meski tidak ada hitungan-hitungan rumit seperti matematika, mendengar adalah kemampuan yang sangat sulit dilakukan. Sebagian orang tidak bisa mengalahkan egonya sendiri untuk mendengarkan orang lain. Padahal active listening itu setingkat di atas mendengar.
1. Pengertian Active Listening
Dikutip dari Komunikasi Dalam Keperawatan, Yosi Marin Marpaung dan Mey Lona Verawaty Zendrato (2022:55), active listening adalah menaruh perhatian, berespon dengan tepat sesuai pesan dan seringkali berkaitan dengan upaya menggali dan menangkap seluruh pesan dengan tepat dan benar.
Ilmu ini dipelajari dalam keperawatan karena perawat perlu menumbuhkan rasa percaya pasien agar asuhan keperawatan lebih mudah diterima dan dipatuhi pasien. Bahkan active listening merupakan salah satu kompetensi yang harus dipenuhi.
Active learning juga diterjemahkan sebagai mendengarkan aktif. Kemampuan ini sebenarnya juga bemanfaat bagi masyarakat umum agar komunikasi dengan keluarga dan orang-orang penting lainnya bisa berjalan lebih lancar.
2. Cara Melakukan Active Listening
Masih dari buku yang sama, ada teknik melakukan active listening yang bisa dicoba.
Berikut cara melakukan active listening:
Parafrase, yaitu mengungkapkan kembali kalimat lawan bicara dengan bahasa yang sama tapi dalam kalimat yang berbeda tanpa mengubah arti.
Restament, yaitu mengungkapkan kembali kalimat lawan bicara dengan bahasa dan kalimat yang sama tanpa mengubah makna.
Mirroring, yaitu pengungkapan ulang kalimat atau perasaan yang sama. Namun dalam keperawatan ada batasnya, misalnya jika pasien menangis tidak boleh ikut menangis.
Merespon perasaan, yaitu membaca dan mengakuti perasaan lawan bicara dengan melakukan validasi atas emosi tersebut.
Intentional silence, yaitu diam sejenak untuk memberi waktu lawan bicara mengorganisasikan pikirannya dan sebagai tanda bahwa masih ingin mendengarkan.
Accepting, yaitu teknik yang menunjukkan tetap fokus dan berminat pada apa yang dibicarakan lawan bicara. Caranya bisa dengan mengangguk atau menggeleng sesuai dengan topik pembicaraan.
Drawing out, yaitu itu teknik mempertajam ide dari lawan bicara.
Memfokuskan, yaitu mengarahkan pembicaraan agar tetap pada masalah dan kebutuhan lawan bicara tanpa memutus pembicaraan.
Menanyakan pertanyaan yang berkaitan, yaitu menanyakan hal-hal yang bertujuan untuk membantu memahami lawan bicara lebih menyeluruh dan terfragmentasi.
Baca juga: Hakikat Hubungan Antar Ketrampilan Berbahasa
Demikianlah pengertian active learning yang sangat berguna bagi masyarakat. Cara-cara melakukannya seperti di atas dapat coba dipraktikkan. (LUS)
