Konten dari Pengguna

Mengenal Perancangan Produk Teknologi Transportasi dan Logistik

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perancangan produk teknologi transportasi dan logistik. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perancangan produk teknologi transportasi dan logistik. Foto: Pexels

Proses perancangan produk teknologi transportasi dan logistik memiliki beberapa tahapan yang penting untuk diketahui. Pada proses ini, seseorang akan membuat sketsa atau gambar sederhana dari produk atau benda teknik yang akan dibuat.

Proses perancangan sangat dipengaruhi oleh berbagai hal. Dengan membuat rancangan produk, maka dapat menghasilkan produk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk kepentingan sehari-hari.

Perancangan Produk Teknologi Transportasi dan Logistik

Ilustrasi perancangan produk teknologi transportasi dan logistik. Foto: Pexels

Mengutip dari buku Ajar Rancangan Teknik Industri, Muhammad Arif (2016:71), perancangan adalah kegiatan awal dari suatu rangkaian kegiatan dalam proses pembuatan produk. Dalam tahap perancangan tersebut, dibuat keputusan-keputusan penting yang memengaruhi kegiatan-kegiatan lain yang menyusulnya.

Oleh sebab itu, pada proses perancangan produk teknologi transportasi dan logistik harus dibuat rancangan terlebih dahulu. Adapun tahapan dari proses ini bisa diketahui sebagai berikut.

1. Mengidentifikasi Masalah

Perancangan produk teknologi transportasi dan logistik memiliki tujuan utama untuk menemukan solusi dari sebuah permasalahan. Proses perancangannya bisa diawali dengan mengidentifikasi permasalahan mengenai transportasi maupun logistik.

Setelah mengetahui permasalahan yang dialami, seseorang dapat menemukan solusi. Namun, perlu mempertimbangkan berbagai hal sehingga proses ini perlu ketelitian.

2. Menemukan Solusi

Setelah identifikasi masalah, perlu adanya solusi dari permasalahan tersebut. Dalam menemukan sebuah solusi bisa dilakukan dengan brainstorming (curah pendapat).

Proses ini harus dilakukan dalam suatu kelompok. Setiap anggota kelompok harus bisa memberikan ide-ide yang sangat bagus dalam suatu permasalahan. Jika sudah menemukan ide, tuangkan ide tersebut ke dalam bentuk sketsa.

3. Rasionalisasi

Pada dasarnya, rasionalisasi adalah kegiatan evaluasi terhadap ide-ide yang muncul dengan mempertimbangkan berbagai teknis. Maka dari itu, dalam memutuskan ide perlu memperhatikan sketsa-sketsa dari para anggota kelompok.

Pilihlah ide dari satu orang di dalam kelompok yang dianggap berpotensi untuk memecahkan masalah terkait transportasi maupun logistik. Selanjutnya, kembangkan ide-ide tersebut secara rasional ke dalam sketsa lanjutan.

4. Prototyping

Jika sudah menemukan ide yang akan digunakan, dilanjutkan dengan membuat prototyping berbentuk tiga dimensi. Bentuk model ini bisa dilakukan dengan menggunakan material sebenarnya maupun bukan material sebenarnya.

5. Menentukan Desain Akhir

Pada tahapan ini harus ditentukan desain tiga dimensi yang akan digunakan saat proses produksi produk teknologi transportasi dan logistik. Di tahap ini bisa dilakukan melalui evaluasi dan diskusi yang berguna untuk memberikan umpan balik dalam menentukan desain akhir yang terpilih.

Baca juga: Mengenal Potensi Produk Bidang Konversi Energi di Daerah

Itulah tahapan proses perancangan produk teknologi transportasi dan logistik. Setelah tahapan perancangan selesai, bisa dilanjutkan ke tahapan produksi produk. (NTA)