Konten dari Pengguna

Mengenal Perbedaan Pasang Perbani dan Pasang Purnama yang Wajib Diketahui

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perbedaan pasang perbani dan pasang purnama. Sumber foto: Pixabay/eduardoortiz
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan pasang perbani dan pasang purnama. Sumber foto: Pixabay/eduardoortiz

Pasang perbani dan pasang purnama merupakan fenomena alam yang menarik untuk diketahui. Adapun perbedaan pasang perbani dan pasang purnama dapat dilihat dari fase terjadinya.

Secara umum, pasang perbani dan purnama merujuk pada kondisi ketinggian air laut yang mengalami peningkatan. Keduanya memiliki kesamaan yaitu dapat berlangsung secara berkala.

Perbedaan Pasang Perbani dan Pasang Purnama

Ilustrasi perbedaan pasang perbani dan pasang purnama. Sumber foto: Pixabay/TerriAnneAllen

Berdasarkan buku Why? The Earth Bumi (Edisi Baru), Kwangwoong Lee, (2023:136), fenomena pasang perbani dan pasang purnama terjadi dua kali dalam satu kali rotasi Bumi, yang pertama disebabkan oleh gaya sentrifugal Bumi dan yang kedua disebabkan oleh tarikan gravitasi bulan dan matahari.

Lebih lanjut, untuk lebih mengetahui perbedaan kedua jenis pasang tersebut. Di bawah ini merupakan ulasan perbedaan pasang perbani dan pasang purnama yang dapat dipelajari.

1. Jenis Pasang

Pasang perbani dapat dikenal juga dengan istilah neap tide. Fenomena ini termasuk jenis pasang dengan kisaran paling kecil. Mengutip buku Kuark Lain Hewan Lain Telurnya Komik Sains Kuark Tahun 9 Edisi 08 Level 3, Gelar Soetopo, (2013:41), pada fase tersebut akan dihasilkan pasang naik yang sangat rendah, serta ‘pasang surut’ yang sangat tinggi.

Pasang purnama bisa disebut sebagai spring tide. Berbeda dengan pasang perbani, fenomena pasang purnama merupakan jenis pasang yang berlangsung dengan kisaran paling besar. Dengan begitu, akan terjadi pasang naik sangat tinggi dan pasang surut yang sangat rendah.

2. Proses Terjadinya

Proses terjadinya pasang perbani yaitu karena posisi bumi, bulan dan matahari membentuk sudut tegak lurus, atau yang lebih dikenal sebagai sudut 90°C. Sementara pada pasang purnama posisi bumi, bulan dan matahari berada pada satu garis lurus.

3. Fase Bulan

Pasang perbani berlangsung ketika fase bulan seperempat atau tiga perempat, sehingga memiliki gaya yang saling menetralkan satu sama lain. Sedangkan pasang purnama dapat terjadi saat fase bulan baru (purnama) saat kuatir i ataupun iii.

Baca Juga: 3 Contoh Fenomena Geosfer Hidrosfer di Alam

Itu tadi ulasan tentang perbedaan pasang perbani dan pasang purnama. Memahami perbedaan antara keduanya dapat memperluas wawasan pembaca mengenai ragam fenomena yang terjadi di alam. Semoga bermanfaat. (Riyana)