Mengenal Permainan Gobak Sodor dan Cara Bermainnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Permainan gobak sodor adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang sangat populer. Selain menyenangkan, permainan ini juga mengajarkan pentingnya kerja sama tim dan penyusunan strategi.
Anak-anak, baik di pedesaan maupun perkotaan, biasanya memainkan gobak sodor saat berkumpul bersama. Namun, dengan pesatnya perkembangan teknologi, anak-anak kini semakin jarang memainkannya.
Sejarah Permainan Gobak Sodor
Menurut buku Etnofisika dalam Seri Permainan Tradisional karya Neng Nenden Mulyaningsih, dkk. (2023:67), gobak sodor terdiri dari dua suku kata. “Gobak” artinya bergerak, sedangkan “sodor” berarti tombak.
Permainan gobak sodor dikenal sebagai permainan tradisional Indonesia. Namun, beberapa literatur Belanda menyebutkan bahwa “gobak sodor” mungkin diambil dari “go back through the door” yang artinya menembus pintu.
Masyarakat Indonesia kemudian menggunakan nama “gobak sodor” karena pengucapannya lebih mudah. Permainan ini bahkan tercatat dalam Bausastra, kamus Jawa yang disusun oleh WJS Poerwadarminta dan diterbitkan tahun 1939.
Walaupun demikian, gobak sodor memiliki nama yang berbeda-beda di berbagai daerah Indonesia. Di Jawa Barat, permainan ini dikenal dengan sebutan galah asin. Sementara itu, masyarakat Riau menyebutnya sebagai main belon.
Sejarah mencatat bahwa para prajurit tanah air menggunakan gobak sodor untuk latihan perang. Alasannya karena permainan ini dianggap efektif dalam melatih ketangkasan, kerja sama, dan kemampuan menyusun strategi.
Cara Bermain Gobak Sodor
Gobak sodor adalah permainan yang dilakukan secara berkelompok dengan aturan main:
Terdiri dari dua tim, yaitu tim penjaga dan tim penyerang. Setiap tim beranggotakan tiga sampai lima orang.
Lapangan untuk bermain gobak sodor berbentuk persegi panjang dengan ukuran 9 meter x 4 meter yang terbagi menjadi enam area.
Tim penjaga garis dibagi menjadi dua kelompok, yaitu penjaga garis horizontal dan penjaga garis vertikal.
Penjaga garis horizontal harus menghalangi tim penyerang agar tidak melewati batas garis yang menjadi tanggung jawabnya.
Sementara itu, penjaga garis vertikal bertanggung jawab untuk menjaga seluruh garis vertikal yang berada di tengah lapangan.
Tugas pemain tim penyerang adalah melewati semua garis hingga mencapai garis terakhir di ujung lapangan. Setelah itu, harus kembali melewati garis penjagaan yang paling awal. Dalam usaha ini, anggota tim penyerang dapat bekerja sama untuk mengecoh penjaga agar rekan satu timnya lolos.
Sebuah tim dinyatakan menang apabila seluruh anggota tim penyerang berhasil melewati seluruh penjagaan, mencapai garis terakhir, dan kembali ke garis awal dengan selamat tanpa tersentuh penjaga.
Sebagai salah satu permainan tradisional Indonesia yang kaya akan nilai budaya, gobak sodor patut dilestarikan. Mari kita terus memperkenalkan permainan ini kepada generasi muda agar tetap terjaga, meskipun arus modernisasi semakin berkembang pesat. (ALF)
Baca juga: Mengenal Permainan Keripik Jengkol dari Betawi
