Mengenal Permainan Keripik Jengkol dari Betawi

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Era serba teknologi membuat permainan tradisional semakin jarang dimainkan oleh anak-anak, termasuk permainan keripik jengkol. Sebab, anak usia taman kanak-kanak hingga sekolah dasar telah memiliki akses terhadap gadget.
Padahal, permainan tradisional bukan hanya aktivitas tanpa makna. Setiap permainan mengandung nilai moral bangsa Indonesia. Maka dari itu, para orang tua dan pendidik perlu mengenalkannya kepada anak-anak agar tidak tergerus oleh zaman.
Mengenal Permainan Keripik Jengkol
Menurut buku Permainan Populer Tradisional Betawi , Darti Isyanti, (2023), keripik jengkol merupakan jenis permainan tradisional yang membutuhkan kerjasama dengan keseimbangan tubuh. Permainan ini sedikitnya dilakukan oleh tiga orang.
Permainan keripik jengkol adalah salah satu hiburan tradisional suku Betawi. Meskipun demikian, permainan ini telah menyebar ke seluruh Indonesia. Misalnya, di daerah Jawa Tengah, keripik jengkol dikenal sebagai dingklik oglak-aglik.
Saat bermain keripik jengkol, anak-anak belajar mencari keseimbangan. Konon, permainan ini diciptakan oleh leluhur dengan pertimbangan dan perhitungan yang matang. Tujuannya agar nilai kehidupan di dalamnya dapat diterapkan oleh generasi selanjutnya.
Cara Bermain Keripik Jengkol
Bermain keripik jengkol sangatlah mudah, anak-anak tidak perlu menggunakan alat bantu lainnya karena hanya menggunakan kaki. Adapun caranya sebagai berikut:
Terdapat pemain sebanyak 3 sampai 5 anak.
Pemain sepakat untuk berdiri membelakangi satu sama lain dan bernyanyi.
Seluruh pemain menekuk kaki sebelah kiri ke belakang dan saling mengaitkannya.
Para pemain melakukan gerakan jingkrak memutar sambil menyanyikan lagu:
Keripik jengkol,
Gado-galo lontong
Kuberi nama
Kuraba.. kuraba..
Kuraba jadi patung
Seluruh pemain harus berada di posisi tersebut hingga salah satu kaki pemain terlepas dari kaitan.
Pemain yang masih bisa mengaitkan kakinya hingga babak terakhir dinyatakan sebagai pemenang.
Permainan berakhir berdasarkan kesepakatan para pemain.
Permainan keripik jengkol melatih kecerdasan kinestik tubuh anak, meliputi keseimbangan dan ketangkasan. Bukan hanya itu, permainan ini juga membantu anak bersosialisasi dan menjalin kerjasama di lingkungannya.
Bermain bersama teman-teman sebaya dengan melibatkan fisik secara langsung dapat menjadi sarana terapi bagi anak. Hal ini karena saat bermain, anak-anak akan melepaskan emosinya, baik ketegangan maupun kebahagiaan.
Baca juga: 12 Manfaat Permainan Tradisional untuk Anak
Permainan tradisional seperti permainan kerpipik jengkol bisa membantu anak mengasah keterampilan fisik dan otak. Selain itu, permainan ini merupakan salah satu warisan budaya yang perlu dilestarikan. (ALF)
