Mengenal Potensial Elektrode Acuan Standar Menurut Ilmu Kimia

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Potensial elektrode acuan standar adalah salah satu materi yang dipelajari dalam ilmu kimia. Materi ini masih berkaitan dengan sel elektrokimia, yakni bidang ilmu yang mempelajari perangkat untuk membangun energi listrik dari reaksi kimia.
Potensial elektrode sendiri merupakan gaya gerak listrik yang berasal dari suatu sel yang dibangun dari dua elektrode. Potensial elektrode dalam ilmu kimia dilambangkan dengan E.
Potensial Elektrode Acuan Standar dalam Ilmu Kimia
Dikutip dari buku Bongkar Pola Soal UNBK SMA/MA IPA 2020, Eli Trisnowati (2020:526), potensial elektrode adalah beda potensial suatu unsur terhadap elektroda hidrogen standar yang memiliki potensial elektrode = 0 volt.
Jika diukur pada suhu 25 derajat celcius dan tekanan 1 atm, maka potensial elektrode sama dengan potensial elektrode standar.
Adapun potensial elektrode acuan standar adalah nilai selisih dari potensial sel yang dihasilkan karena adanya perbedaan rapat muatan di katode dan anode yang membuat munculnya beda potensial listrik.
Hal tersebut membuat terjadinya aliran elektron dan berlangsung pada suhu 25 derajat celcius dengan konsentrasi ion-ion 1 M dan tekanan gas 1 atm.
Agar lebih paham, berikut urutan potensial elektrode acuan standar beserta keterangannya.
Li - K - Ba - Ca - Na - Mg - Al - Mn - Zn - Cr - Fe - Cd - Ni - Co - Sn - Pb - (H) - Cu - Hg - Ag - Pt - Au
Keterangan:
Li - Pb: Mudah mengalami oksidasi dan umumnya bersifat reduktor.
Cu - Au: Mudah mengalami reduksi dan umumnya bersifat oksidator.
Logam yang berada di sebelah kiri logam yang lainnya, dalam reaksinya akan lebih mudah mengalami oksidasi.
Baca juga: Pengertian Sel Elektrolisis, Cara Kerja dan Contohnya
Jenis-Jenis Potensial Elektrode
Untuk diketahui, potensial elektrode terbagi menjadi dua jenis, yaitu potensial elektrode positif dan negatif. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Potensial Elektrode Positif
Potensial elektrode positif merupakan elektrode yang lebih mudah tereduksi daripada elektrode hidrogen yang diberi harga potensial reduksi positif.
Sebagai contoh, sel Volta dengan elektrode hidrogen dan elektrode Cu dalam larutan CuSO4 (tembaga sulfat) memberikan beda potensial sebesar +0,34 volt.
2. Potensial Elektrode Negatif
Potensial elektrode negatif adalah elektrode yang lebih mudah teroksidasi daripada hidrogen diberi harga potensial negatif.
Contohnya, sel Volta yang terdiri atas elektode standar hidrogen dan elektrode seng yang dicelupkan ke dalam larutan ZnSo4 (seng sulfat) 1 M akan memberikan beda potensial sebesar -0,765 volt.
Demikian penjelasan mengenai potensial elektrode acuan standar menurut ilmu kimia. Semoga ulasan ini dapat menambah pemahaman seputar potensial elektrode acuan standar. (YAS)
