Konten dari Pengguna

Mengenal Proses Fermentasi Tempe dan Manfaat Bagi Kesehatan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Proses Fermentasi Tempe, foto:pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Proses Fermentasi Tempe, foto:pexels

Tempe merupakan makanan tradisional yang berasal dari fermentasi kacang kedelai matang. Untuk dapat membuat tempe secara benar dan berhasil, maka perlu mengetahui proses fermentasi tempe.

Pada dasarnya, cara pembuatan tempe sangat mudah dilakukan dan memakai cara yang sederhana. Meskipun hanya dengan cara sederhana, tempe yang dihasilkan memiliki nutrisi tinggi. Di mana kandungan nutrisi paling utama adalah protein nabati yang baik bagi kesehatan.

Tahapan Proses Fermentasi Tempe

Ilustrasi Proses Fermentasi Tempe , foto:pexels

Dikutip dari buku Usaha Membuat Tempe dan Oncom, Bambang (2010:8), fermentasi merupakan proses metabolisme yang dapat menghasilkan energi melalui cara menguraikan karbohidrat, protein, dan lemak. Di mana proses tersebut tanpa adanya unsur oksigen bebas.

Fermentasi tersebut sering dipakai dalam pembuatan tempe. Adapun tahapan proses fermentasi tempe yang dapat dilakukan di rumah adalah sebagai berikut.

  1. Mencuci kacang kedelai terlebih dahulu untuk membersihkan batu dan kotoran yang menempel pada kedelai.

  2. Selanjutnya, melakukan proses hidrasi dengan merebus kedelai sampai setengah matang. Proses tersebut direbus di dalam drum agar dapat menyerap air dengan maksimal.

  3. Setelah selesai direbus, kedelai direndam di dalam air selama satu malam. Hal tersebut bertujuan untuk menghasilkan keadaan keasaman yang tepat untuk pertumbuhan jamur pembuat tempe.

  4. Proses selanjutnya dilakukan pengupasan kulit kedelai memakai tangan. Pengupasan tersebut berfungsi untuk memudahkan miselium jamur pembuat tempe menembus ke dalam setiap biji kedelai.

  5. Ketika kulit sudah terkupas, selanjutnya kacang kedelai kembali direbus sampai mendidih.

  6. Setelah direbus, kacang kedelai didinginkan sekaligus ditiriskan.

  7. Ketika sudah dingin, kemudian dilakukan peragian atau inokulasi. Pada ragi tempe mengandung jamur Rizhopus sp.

  8. Hasil peragian dikemas memakai daun pisang ataupun plastik.

  9. Didiamkan selama 1-2 hari pada kondisi suhu ruang.

  10. Setelah selesai proses fermentasi akan ditandai dengan kedelai yang dipenuhi oleh miselium putih yang berasal dari jamur pembuat tempe.

  11. Tempe siap dimasak dan dikonsumi.

Manfaat Tempe bagi Kesehatan

Ilustrasi Proses Fermentasi Tempe, foto:pexels

Tempe mempunyai harga yang relatif murah, meskipun murah, tempe mempunyai banyak manfaat terhadap kelangsungan kesehatan tubuh manusia. Adapun beberapa manfaat dari tempe sebagai berikut.

  1. Membantu dalam mengatasi masalah resistensi insulin.

  2. Meningkatkan kesehatan tulang.

  3. Melindungi usus dan memperbaiki sistem pencernaan akibat diare pada anak balita.

  4. Meningkatkan daya tahan tubuh.

  5. Mengandung asam lemak esensial untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit, seperti jantung koroner, hipertensi, dan kanker.

Baca Juga: Jenis-Jenis Tempe dan Kandungan Gizinya

Secara umum, proses fermentasi tempe dibantu oleh mikroorganisme yang telah ditambahkan ketika tahap peragian. Sehingga dengan dilakukan pendiaman selama beberapa hari, akan menghasilkan tempe. Tempe yang dihasilkan memiliki banyak manfaat penting untuk kesehatan tubuh manusia. (PAM)