Konten dari Pengguna

Mengenal Proses Pembentukan Minyak Bumi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi proses pembentukan minyak bumi. Sumber foto: pixabay/Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi proses pembentukan minyak bumi. Sumber foto: pixabay/Pexels

Minyak bumi merupakan salah satu sumber energi yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Dalam hal ini, proses pembentukan minyak bumi diawali dengan fase pembentukan, yaitu terjadinya pengumpulan zat organik dalam sedimen.

Minyak bumi atau crude oil biasanya terdapat di lapisan atas kerak bumi. Karateristik yang dimiliki oleh jenis energi ini antara lain berupa cairan pekat dan mengandung zat kompleks hidrokarbon.

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Ilustrasi proses pembentukan minyak bumi. Sumber foto: pixabay/HarryStilianou

Berdasarkan buku Ensiklopedia Bahan Bakar Minyak, Puja Laksana, (2020:6), minyak bumi merupakan campuran molekul karbon dan hidrogen. Zat ini terbentuk dari sedimen sisa-sisa hewan tumbuhan yang terperangkap selama jutaan tahun.

Sumber minyak bumi berasal dari berbagai tempat. Sehingga untuk memperoleh minyak bumi dibutuhkan proses yang cukup panjang.

Agar lebih jelasnya, berikut proses pembentukan minyak bumi yang dapat disimak mengutip buku Minyak Bumi Membuat Dunia Terkesima, Yulianus Haryata, (2019:15-18).

1. Fase Pembentukan

Pada fase pembentukan berlangsung proses pengumpulan dan pengawetan zat organik. Kemudian zat tersebut akan bertransformasi menjadi menjadi minyak bumi. Keseluruhan proses ini terjadi di sendimen.

2. Fase Migrasi

Setelah minyak bumi terbentuk, maka terjadi fase migrasi (perpindahan). Dalam tahap ini minyak bumi mengalami penyebaran dari dalam batuan sedimen ke tempat minyak bumi itu ditemukan. Fase ini dapat berlangsung melalui dua langkah, meliputi:

  • Migrasi Primer

    Migrasi primer adalah berpindahnya minyak dari partikel-partikel padat kerogen melalui pori-pori sempit dan lubang kapiler. Dalam prosesnya, pembentukan minyak bumi terjadi melalui proses geothermal.

    Hal tersebut mengakibatkan komponen minyak meresap keluar dari tempat asalnya (source beds). Setelah itu, di dalam lapisan batuan sedimen tersisa beberapa komponen senyawa kimia tak larut dan kerogen padat.

  • Migrasi Sekunder

    Setelah melalui migrasi primer, senyawa hidrokarbon terus berpindah melewati pori-pori yang makin lebar. Struktur mineral yang berperan pada fase ini dikenal sebagai carrier beds, seperti halnya pasir dan karbonat.

    Perbedaan yang menonjol antara migrasi primer dan sekunder yaitu jenis batuan dan ukuran pori yang dilaluinya. Umumnya, minyak akan menyebar di membran-membran permeabel yang akhirnya akan berkumpul pada daerah trap. Dengan begitu, migrasi akan terus berlangsung hingga minyak mencapai permukaan bumi.

3. Fase Akumulasi

Perpindahan tetes minyak di lapisan sedimen terkumpul menjadi satu kluster minyak dengan jumlah yang besar. Minyak yang sudah terakumulasi inilah yang dapat dimanfaatkan dan digunakan.

Baca Juga: 5 Dampak Negatif Minyak Bumi bagi Lingkungan

Pengetahuan tentang proses pembentukan minyak bumi penting untuk dipelajari. Mengingat minyak bumi termasuk sumber energi yang tidak dapat diperbaharui, sedangkan penggunaannya sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. (Riyana)