Konten dari Pengguna

Mengenal Rumus BEP beserta Pengertian dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

rumus bep. Sumber: pexels.com/Cowomen
zoom-in-whitePerbesar
rumus bep. Sumber: pexels.com/Cowomen

BEP dalam ilmu Ekonomi adalah singkatan dari break even point yaitu titik impas saat mendapatkan keuntungan dari penjualan. Karena itu, penting untuk mengetahui rumus BEP agar tidak salah hitung.

Nilai keuntungan yang didapatkan bisa disebut break even point merupakan nilai yang sama dengan dibutuhkan oleh perusahaan atau tidak rugi. Dalam titik impas, jumlah laba adalah 0 yang artinya tidak untung dan tidak rugi.

Pengertian dan Komponen BEP

rumus bep. Sumber: pexels.com/Lukas

Alasan mengapa kondisi ini muncul adalah karena perusahaan tersebut memakai biaya tetap dalam kegiatan operasional. Padahal hasil penjualannya hanya dapat menutupi biaya variabel dan biaya tetap.

Mengutip dari buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan, Windu Mahmud, S.Pd., M.Eng., dan Wakhid Bashori, (2019:18), ada beberapa ahli yang menjelaskan mengenai pengertian BEP.

Menurut Yamit, kondisi ini terjadi ketika total penghasilan sama dengan biaya pengeluaran.

Ada juga pendapat lain dari Sumamora yaitu titik impas adalah kondisi saat jumlah beban dengan jumlah penghasilan milik perusahaan sama.

Jadi, perusahaan tidak mengalami kerugian dan tidak mendapatkan laba bersih. Adapun komponen dalam break even point adalah.

1. Biaya Variabel

Biaya variabel adalah biaya per unit dan sifatnya bisa berubah-ubah tergantung pada volume produksi.

2. Biaya Tetap

Ada lagi komponen lain yaitu biaya tetap yang bersifat konstan. Jadi, ketika perusahaan melakukan aktivitas produksi atau tidak, maka biaya tersebut tetap ada. Contohnya adalah gaji pegawai.

3. Harga Penjualan

Terakhir adalah harga penjualan yaitu harga jual setiap produk yang ditetapkan perusahaan.

Rumus BEP dan Contohnya

rumus bep. Sumber: pexels.com/Lukas

Agar tidak salah menghitung, Anda perlu mencari tahu bagaimana rumus BEP beserta contohnya di bawah ini.

1. Rumus Titik Impas

  • BEP dalam bentuk mata uang = harga jual per produk x BEP per unit.

  • BEP = biaya tetap : margin kontribusi per produk.

  • BEP = biaya tetap : (harga per produk – biaya variabel per produk).

  • Margin kontribusi = total pendapatan – biaya variabel.

2. Contoh

Pabrik sampo Suka Maju memiliki rincian biaya produksi sebagai berikut,

  • Biaya tetap = Rp6.000.000

  • Biaya variabel per produk = Rp10.000

  • Harga jual produk = Rp20.000

Hitunglah titik impas dari rincian biaya di atas!

Jawaban:

BEP = biaya tetap : (harga jual per produk – biaya variabel per produk)

= 6.000.000 : (20.000 – 10.000)

= 6.000.000 : 10.000 = 600 unit.

Jadi, agar bisa mencapai break even point bisa memproduksi sebanyak 600 produk sampo.

Sedangkan untuk menghitung nominal penjualan yang masuk kondisi break even point bisa dengan cara berikut.

= 6.000.000 : ((20.000 – 10.000) : 20.000)

= 6.000.000 : 0.5 = 12.000.000

PT Suka Maju akan mencapai titik impas saat bisa menjual hingga Rp12.000.000.

Baca Juga: Rumus Kimia Karbohidrat beserta Pengertiannya

Rumus BEP beserta contohnya sudah dijelaskan di atas, jadi bisa digunakan sebagai referensi bagi pebisnis pemula yang belum tahu cara mencari titik impas. Dengan rumus di atas, pebisnis bisa tahu jumlah pendapatan yang dihasilkan untuk titik impas. (GTA)