Konten dari Pengguna

Mengenal Sejarah Magnet dan Karakteristiknya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah magnet. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pixabay/ pithonius
zoom-in-whitePerbesar
Sejarah magnet. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pixabay/ pithonius

Magnet merupakan benda yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, bumi sendiri adalah magnet yang terbesar. Namun, tak banyak oang tahu bagaimana sejarah magnet terbentuk.

Dikutip dari Listrik dan Magnet - Persiapan Olimpiade Fisika oleh Prof. Yohanes Surya, Ph.D. (2009:171) magnet telah dikenal sejak jaman Yunani kuno sekitar 800 SM. Saat itu, magnet diketahui merupakan jenis bebatuan yang mampu menarik potongan besi kecil.

Sejarah Magnet

Sejarah magnet. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pixabay/ PDPics

Sejarah magnet diawali dengan penemuan batu magnesian di wilayah Magnesia, Yunani Kuno. Nama tersebut diambil dari bahasa Yunani yaitu magnitis lithos. Namun, seiring berkembangnya zaman, batuan tersebut lebih dikenal dengan nama magnet.

Magnet tersebut mulanya diamati karena kemampuannya menarik benda di sekitarnya menggunakan kutub magnet. Namun, bangsa China sendiri menggunakan magnet sebagai alat terapi sejak 4.500 tahun yang lalu.

Penemuan tersebut ditemukan oleh Michaell Faraday tentang penyembuhan secara magnetik. Selain itu, magnet juga digunakan untuk petunjuk arah atau kompas bagi bangsa China. Sejak saat itu, penggunaan magnet terus berkembang hingga ke bangsa Eropa.

Karakteristik dan Sifat Magnet

Sejarah magnet. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels/ Kevin Malik

Setelah mengetahui sejarah magnet di atas, penting untuk mengetahui karakteristik dan sifatnya. Berikut ulasan lengkapnya:

  1. Magnet dapat menarik benda lain, yang memiliki ciri-ciri tertentu. Benda yang dapat ditarik umumnya dibagi menjadi tiga jenis. Meliputi ferromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.

  2. Magnet selalu menunjuk ke arah utara dan selatan. Hal ini berkaitan dengan kemagnetan bumi yang memiliki tarik-menarik antara magnet dan kutub bumi.

  3. Memiliki dua kutub utara dan selatan. Meskipun telah dipotong-potong, magnet tetap akan memiliki dua kutub baru dan tidak pernah hilang.

  4. Kutub yang sama akan saling menolak, sedangkan kutub berbeda akan saling tarik menarik. Gaya tersebut biasanya terjadi pada medan magnet yang memiliki kekuatan.

  5. Memiliki gaya magnet yang besar pada kedua kutubnya. Hal ini karena terdapat garis-garis gaya medan magnet yang keluar dari tubuh magnet.

Baca Juga: Mengenal Diamagnetik, Daya Tarik Magnet yang Dimiliki oleh Sebuah Benda

Demikianlah pembahasan mengenai sejarah magnet yang lengkap dengan karakteristiknya. Penggunaan magnet sendiri telah banyak membantu aktivitas manusia di kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat! (NUM)