Konten dari Pengguna

Mengenal Senyawa Penyusun Getah Lambung beserta Fungsinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi senyawa penyusun getah lambung beserta fungsinya. Sumber: www.pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi senyawa penyusun getah lambung beserta fungsinya. Sumber: www.pexels.com

Getah lambung adalah cairan yang diproduksi oleh lambung untuk membantu proses pencernaan makanan. Cairan ini mengandung berbagai senyawa penyusun getah lambung beserta fungsinya dalam memecah nutrisi dan melindungi sistem pencernaan.

Menurut buku Ilmu Biomedik Dasar untuk Mahasiswa Kesehatan, Maria Floriana Ping, ‎Sister Sianturi, ‎Annisa Mulia Anasis (2022:393), lambung akan terangsang karena pengaruh saraf sehingga rangsangan kimiawi yang menimbulkan menyebabkan dinding lambung melepaskan hormon yang disebut sekresi getah lambung.

Senyawa Penyusun Getah Lambung beserta Fungsinya untuk Optimalkan Pencernaan

Ilustrasi senyawa penyusun getah lambung beserta fungsinya. Sumber: www.pexels.com

Lambung akan terangsang karena pengaruh saraf sehingga rangsangan kimiawi yang menimbulkan menyebabkan dinding lambung melepaskan hormon yang disebut sekresi getah lambung.

Senyawa penyusun getah lambung beserta fungsinya adalah asam klorida atau HCl, yang berfungsi untuk mengoptimalkan proses pencernaan. Berikut penjelasannya.

1. Asam Klorida (HCl)

Asam klorida adalah komponen utama getah lambung yang memberikan sifat asam dengan pH sekitar 1,5 hingga 3,5. Fungsi HCl antara lain:

  • Aktivasi Pepsinogen

    HCl mengubah pepsinogen menjadi pepsin, enzim yang mencerna protein menjadi peptida.

  • Membunuh Mikroorganisme

    Kondisi asam yang dihasilkan oleh HCl membantu membunuh bakteri dan patogen yang masuk bersama makanan, mencegah infeksi.

  • Denaturasi Protein

    HCl membantu membuka struktur protein, memudahkan enzim pencernaan untuk memecahnya.

2. Pepsinogen

Pepsinogen adalah enzim tidak aktif yang disekresikan oleh sel utama (chief cells) di lambung. Setelah diaktifkan oleh HCl menjadi pepsin, enzim ini berfungsi untuk mencerna protein, yaitu pepsin memecah protein kompleks menjadi peptida yang lebih sederhana, memudahkan penyerapan di usus halus.

3. Lendir (Mukus)

Mukus disekresikan oleh sel-sel mukosa lambung dan memiliki peran penting dalam melindungi dinding lambung. Fungsi mukus meliputi:

  • Perlindungan Mekanis

    Membentuk lapisan pelindung yang mencegah kerusakan dinding lambung akibat gesekan makanan.

  • Perlindungan Kimiawi

    Menjaga dinding lambung dari kerusakan akibat asam lambung dan enzim pencernaan.

4. Faktor Intrinsik

Faktor intrinsik adalah glikoprotein yang disekresikan oleh sel parietal di lambung. Fungsi utamanya adalah sebagai absorpsi Vitamin B12, di mana faktor intrinsik berikatan dengan vitamin B12, membentuk kompleks yang diperlukan untuk penyerapan vitamin ini di usus halus.

Setiap komponen getah lambung berperan penting dalam memastikan proses pencernaan berjalan efisien dan menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Dengan adanya berbagai senyawa penyusun getah lambung beserta fungsinya, proses pencernaan makanan dapat berlangsung secara optimal, memungkinkan tubuh menyerap nutrisi dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola makan yang sehat agar fungsi lambung tetap optimal dan terhindar dari gangguan pencernaan.(VAN)

Baca juga: Kenali Peran Gigi dalam Proses Pencernaan Makanan