Mengenal Sikap Awalan Lempar Cakram dan Cara Memegangnya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga atletik kayu yang berbentuk piring bersabuk besi, atau bahan lain yang bundar pipih yang dilemparkan. Sikap awalan lempar cakram terbagi menjadi dua cara, yaitu gaya menyamping dan gaya membelakangi.
Cara melakukan lemparan pada mulanya menirukan nelayan yang melempar jaringnya berulang-ulang. Kemudian ditemukan lemparan dengan sikap badan menyiku secara khusus dengan badan agak bersandar ke depan.
Sikap Awalan Lempar Cakram
Pelaksanaan awalan pada lempar cakram dilakukan dalam lingkaran, sama seperti pada tolak peluru. Namun, lempar cakram lingkarannya lebih besar dari pada tolak peluru, yaitu panjang garis tengahnya 2,5 m sedangkan tebal sisi lingkaran dan sudut lingkarannya sama.
Dalam buku Atletik, Dr. Tatang Muhtar, M. Si dan Riana Irawati, M. Si (2020:138-139), sikap awalan lempar cakram terdapat dua gaya, yaitu gaya menyamping dan gaya membelakang. Adapun penjelasannya sebagai berikut.
1. Gaya Menyamping
Lempar cakram dengan gaya menyamping ini, sering dikatakan gaya tradisional dan tidak digunakan lagi. Namun, gaya ini sangat bermanfaat untuk dipelajari, cara melakukannya adalah sebagai berikut.
Berdiri di bagian belakang dalam lingkaran menyamping ke arah lemparan, kedua kaki, kaki kiri menju ke arah lemparan, kaki kanan di samping kaki kiri dengan lutut agar dibengkokkan berat badan berada pada kaki kanan.
Cakram dipegang dengan tangan kanan, lengan lurus ke bawah berada di samping kanan badan.
Pada ayunan cakram kebelakang yang terakhir, kepala menengok ke kanan dan cakram berada di belakang kanan di bawah bahu dengan lengan lurus.
2. Gaya Membelakang
Cara mengambil awalan dengan gaya membelakangi arah lemparan sekarang dipergunakan oleh para atlet, karena hasil lemparannya lebih jauh. Gaya tersebut dilakukan dengan memutar badan 1 ½ lingkaran. Cara melakukannya, yaitu
Ayun-ayunkan cakram ke depan ke samping kiri dan ke belakang beberapa kali.
Pada ayunan kebelakang yang terakhir, kepala menengok ke kanan, cakram berada atau berhenti di belakang di bawah bahu atau setinggi pinggul dengan lengan lurus, dan lutut kaki kanan agak dibengkokkan.
Sambil memutar tumit kaki kiri dan ujung kaki kanan ke samping kiri, putar badan ke kiri bersamaan kaki kanan diangkat dipindahkan ke samping kaki kiri (gerakan melompat), badan berbalik menyamping (bahu kanan menuju arah lemparan).
Bersamaan dengan memutar badan lagi ke samping kiri, kaki kiri diangkat diluruskan ke depan (ke arah lemparan), hingga badan menyamping arah lemparan dengan lutut kaki kanan agak dibengkokkan.
Berat badan berada pada kaki kanan dan miring atau condong ke samping kanan.
Tangan kanan yang memegang cakram mempertahankan supaya tetap berada di belakang dengan lengan lurus berada di bawah bahu.
Tangan kiri dengan siku agak dibengkokkan berada di depan badan lemas, membantu menjaga keseimbangan. Pandangan ditunjukan ke arah lemparan.
Pada putaran yang kedua, cakram harus sudah siap untuk dilemparkan, yaitu pada saat kaki kiri berada di depan menginjak tanah (lantai atau landasan dari semen).
Cara Memegang Cakram
Dikutip dalam buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Untuk Kelas XI SMA, Irwansyah (2007:34), memegang cakram dapat dilakukan dengan berbagai cara, bergantung panjang jari-jari dan lebar penampang telapak tangan pelempar. Cara memegang cakram terbagi 3 cara, yaitu
1. Bagi Tangan yang Cukup Lebar dan Jari-Jari Panjang
Cakram dapat dipegang dengan meletakkan tepi cakram pada ruas pertama dari jari-jarinya. Jari-jari sedikit direnggangkan dengan jarak sama antara jari yang satu dengan jari yang lain. Cakram berada pada telapak tangan tepat pada titik berat cakram atau sedikit ke belakang.
2. Menggunakan Jari Telunjuk dan Jari Tengah
Cakram dipegang dengan jari telunjuk dan jari tengah berhimpit, jari yang lainnya sedikit merenggang. Dengan cara ini, tekanan cakram terletak pada jari jari yang berhimpitan dan dapat mengatur putaran cakram sewaktu lepas dari tangan.
3. Bagi yang Mempunyai Jari-Jari Pendek
Cakram dipegang seperti yang pertama, tetapi posisi jari-jari hanya pada tepi cakram. Dengan cara memegang seperti ini, cakram tidak bisa dipegang secara erat dan telapak tangan berada di tengah-tengah cakram.
Baca juga: Macam-macam Lempar dalam Olahraga beserta Gerakan Dasarnya
Itu tadi penjelasan sikap awalan lempar cakram dan cara memegangnya. Melakukan sikap awalan dengan benar memungkinkan hasil lemparan cakram yang maksimal dan mencapai jarak lemparan yang jauh. (MRZ)
