Konten dari Pengguna

Mengenal Struktur Batuan Beku

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi struktur batuan beku. Sumber: pexels.com/MikeBird.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi struktur batuan beku. Sumber: pexels.com/MikeBird.

Struktur batuan beku itu bermacam-macam. Sebagian mudah ditemui sebagai bahan bangunan. Ada juga yang memiliki bentuk unik sehingga jadi objek wisata. Ada juga yang berserak di berbagai tempat.

Batuan terbentuk dari beberapa peristiwa alam. Karena itu, struktur batuan tersebut bergantung pada lingkungan yang membentuknya. Umumnya batuan beku ada sekitar gunung berapi, termasuk gunung berapi purba.

Struktur Batuan Beku

Ilustrasi struktur batuan beku. Sumber: pexels.com/ScottWebb.

Dikutip dari Pengantar Geologi, Djauhari Noor (2014:155), batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma menjadi dingin dan keras seperti batu. Batuan beku disebut juga batuan igneus, dari bahasa Latin ignis, yang artinya api.

Magma merupakan produk gunung berapi. Karena itu, lokasi pembekuan dapat terjadi di dalam gunung atau di bawah permukaan bumi dan di atas permukaan bumi setelah magma dimuntahkan.

Berdasarkan letak pembekuan magma tersebut, struktur batuan beku terdiri dari:

1. Batuan Beku Ekstrusif

Batuan beku ekstrusif adalah batuan yang proses pembekuannya terjadi di permukaan bumi.

Batuan beku ekstrusif memiliki struktur sebagai berikut:

  1. Masif, yang memperlihatkan masa batuan seperti seragam.

  2. Sheeting point, yang memiliki struktur seperti lapisan.

  3. Columnar joint, dengan struktur batuan yang terpisah poligonal seperti batang pensil.

  4. Pillow lava, yang terjadi di lingkungan air sehingga membentuk struktur seperti bantal.Di Yogyakarta ini dijadikan objek wisata dengan sebutan lava bantal.

  5. Vesikular, yang memiliki struktur berupa lubang-lubang akibat pelepasan gas saat proses pembekuan.

  6. Amigdaloidal, yang memiliki struktur vesikular tapi kemudian terisi oleh mineral lain, seperti kalsit, zeolit atau kuarsa.

  7. Struktur aliran, yang memiliki arah tertentu akibat alirannya.

2. Batuan Beku Intrusif

Batuan beku intrusif adalah batuan yang proses pembekuannya terjadi di bawah permukaan bumi.

Batuan beku intrusif memiliki struktur sebagai berikut:

  1. Kondordan, yaitu tubuh batuan yang sejajar dengan perlapisan di sekitarnya. Batuan kondordan terdiri dari:

  • Sill, yang berupa lembaran

  • Laccolith, yang berbentuk kubah atau dome dengan diameter 2-4 mil.

  • Lopolith, yang merupakan kebalikan dari Laccolith.

  • Paccolith, menempati sinklin atau antiklin yang telah terbentuk dengan tebal hingga ribuan kilometer.

2. Diskordan, yaitu tubuh batuan yang memotong perlapisan di sekitarnya. Batuan diskorkan terdiri dari:

  • Dyke, yang berbentuk tabular atau memanjang hingga ratusan meter, dari ketebalan beberapa sentimeter hingga puluhan kilometer.

  • Batolith, yang berukuran sangat besar, yaitu >100 km².

  • Stock, yang mirip batolith tapi lebih kecil.

Baca juga: Proses Terjadinya Siklus Batuan dan Jenis-jenisnya

Itulah struktur batuan beku yang sudah diketahui para ahli geologi. Di Indonesia terdapat banyak gunung berapi aktif dan purba sehingga banyak sekali jenis batuan beku yang terbentuk. (lus)