Mengenal Sungai Permanen dan Jenis-jenis Lain Berdasarkan Kestabilan Debitnya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sungai permanen adalah sungai yang tidak mengalami terlalu banyak perubahan meski musim berganti-ganti. Sungai permanen dan jenis-jenis sungai lainnya dijumpai hampir di seluruh wilayah daratan.
Sungai-sungai yang ada di bumi dapat digolongkan menjadi beberapa kategori. Salah satu kategori yang digunakan adalah berdasarkan kestabilan debit airnya.
Sungai Permanen adalah Sungai dengan Debit Stabil
Dikutip dari Sungai dan Muara, Muhammad Galib Ishak dan Kawan-kawan (2023:1), sungai adalah bagian dari siklus hidrologi dan fenomena geografis. Sungai merupakan sistem drainase alami yang ada di seluruh dunia.
Sungai telah menjadi sumber kehidupan sejak manusia ada di bumi sehingga sudah menjadi objek penelitian sejak lama. Hasilnya berupa penggolongan sungai menjadi beberapa kategori, yaitu berdasarkan debit air, sumber air, asal kejadian, struktur geologi dan pola aliran.
Berdasarkan kestabilan debit airnya, sungai dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:
1. Sungai Permanen
Sungai permanen adalah sungai yang debit airnya relatif stabil sepanjang tahun. Ini berarti, sungai tersebut tidak pernah kekeringan dan hampir tidak pernah mengalami banjir bandang. Kenaikan tinggi air sungai masih dapat diantisipasi.
Umumnya sungai-sungai permanen merupakan sungai-sungai yang sangat panjang, lebar dan dalam. Karena debit air stabil, sungai-sungai tersebut menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Contoh:
Sungai Kapuas, Kayahan, Barito dan Mahakam di Kalimantan.
Sungai Musi, Batanghari, Indragiri dan Siak di Sumatra.
2. Sungai Periodik
Sungai periodik adalah sungai yang debit airnya tergantung musim. Sungai ini selalu mengalami perubahan yang drastis, yaitu banyak berkurang di musim kemarau dan penuh bahkan banjir di musim penghujan.
Sungai-sungai periodik ada yang lebar dan ada yang tidak terlalu lebar, tapi umumnya tidak sedalam sungai-sungai permanen.
Contohnya sungai-sungai di Jawa, seperti Sungai Bengawan Solo dan Sungai Opak.
3. Sungai Episodik
Sungai episodik mirip dengan sungai periodik tapi perubahan debit air yang terjadi sangat signifikan. Pada musim kemarau, sungai-sungai episodik mengalami kekeringan.
Contohnya Sungai Kalada di Pulau Sumba.
4. Sungai Ephemeral
Sungai ephemeral adalah sungai yang perbedaan debit airnya lebih ekstrem dari sungai episodik. Sungai ephemeral hanya berisi air ketika hujan atau sesaat setelah hujan.
Dari kategori di atas terlihat bahwa sungai permanen adalah sungai yang berdasarkan debitnya secara permanen atau terus-menerus stabil. Sedangkan jenis sungai lainnya lebih fluktuatif tergantung musim yang sedang berlangsung. (lus)
Baca juga: Ciri-ciri Sungai Hujan beserta Pengertiannya
