Mengenal Tata Nama Senyawa Kovalen beserta Pengertiannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pelajaran kimia terdapat materi tentang tata nama senyawa kovalen. Setiap siswa dituntut untuk dapat memahami materi tersebut. Oleh karena itu penting mempelajari dan memahami penjelasan tata nama senyawa kovalen beserta pengertiannya.
Secara umum senyawa kovalen terbentuk dari dua atau lebih unsur nonlogam. Selain itu juga tidak memiliki elektron yang bebas bergerak dan tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Pengertian Senyawa Kovalen
Dikutip dari buku Kimia (C1) Bidang Keahlian: Teknologi dan Rekayasa, Tim Kompas Ilmu (2018:92), senyawa kovalen merupakan senyawa yang mempunyai perbedaan keelektronegatifan dan kationnya bukan berasal dari golongan logam.
Dengan kata lain senyawa kovalen adalah zat yang terbentuk dari gabungan dua atau lebih unsur non logam melalui ikatan kovalen. Terjadinya ikatan tersebut disebabkan oleh adanya dua atom non logam yang saling berbagi elekrtron.
Dari kondisi tersebut menjadikan dua atom melakukan ikatan dan kondisinya lebih stabil. Dalam senyawa kovalen tidak terdap atom yang cukup kuat untuk melakukan pengambilan elektron, sehingga atom tersebut akan berbagi elektron.
Selain itu senyawa tersebut memiliki beberapa sifat yang membedakan dengan senyawa lainnya, adapaun sifat-sfatnya sebagai berikut.
Memiliki titik didih dan titik leleh yang cenderung rendah.
Terdapat senyawa kovalen yang memiliki wujud cair dan sebagian lainnya memiliki wujud padat.
Banyak senyawa kovalen yang memiliki sifat mudah terbakar terutama yang memiliki kandungan hidrogen dan karbon.
Penjelasan Tata Nama Senyawa Kovalen
Tata nama senyawa adalah proses penamaan senyawa kimia dengan nama yang berbeda, sehingga dapat mempermudah ketika mengidentifikasi bahan kimia yang terpisah. Penamaan senyawa kimia tersebut aturannya berdasarkan aturan IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry).
Dalam menuliskan tata nama senyawa kovalen terdapat beberapa aturan berikut ini.
1. Rumus Senyawa
Unsur yang mempunyai elektronegativitasnya lebih kecil (bilangan oksidasi positif) harus ditulis di depan. Sementara unsur yang memiliki elektronegativitasnya lebih besar (bilangan oksidasi negatif) harus ditulis di belakang.
Contohnya yaitu senyawa air ditulis H2O bukan OH2 karena eletronegativitas H (2,1) < O (3,5), sehingga unsur H diletakkan di depan. Contoh unsur lainnya yaitu CO, CO2, dan CCl4. Agar lebih mudah dapat menggunakan urutan berikut ini.
B – Ge – Si – C – Sb – As – P – N – H – Te – Se – S – I – Br – Cl – O – F
Unsur yang terdapat lebih dahulu dalam urutan di atas, maka ditulis di depan.
2. Nama Senyawa
Aturan penamaan dimulai dari nama nonlogam pertama diikuti oleh nama nonlogam kedua yang diberikan akhiran -ida. Contohnya, yaitu HCl (hidrogen klorida) dan H2S (hidrogen sulfida).
Apabila terdapat pasangan unsur yang bersenyawa membentuk lebih dari satu jenis senyawa, maka senyawa-senyawa tersebut harus dibedakan dengan menyebutkan angka indeks pada bahasa Yunani berikut ini.
1 = mono
2 = di
3 = tri
4 = tetra
5 = penta
6 = heksa
7 = hepta
8 = okta
9 = nona
10 = deka
Pada indeks satu (mono) di depan tidak perlu dituliskan atau disebutkan. Untuk lebih memahami terkaot penamaan senyawa kovalen, berikut beberaoa contohnya.
CO = karbon monoksida bukan monokarbon monoksida
CO2 = karbon dioksida bukan monokarbon dioksida
N2O4 = dinitrogen tetraoksida
N2O3 = dinitrogen trioksida
Baca Juga: 10 Contoh Hidrokarbon Alifatik dalam Kimia
Itulah penjelasan penulisan tata nama senyawa kovalen yang dapat dijadikan bahan belajar siswa. Dengan memahami materi tersebut, maka akan memudahkan siswa dalam memberikan nama senyawa-senyawa kimia terutama senyawa kovalen. (PAM)
