Mengenal Teori Manajemen Klasik dan Kelebihannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teori manajemen klasik adalah sebuah teori dalam manajemen yang mengajarkan pada pendekatan proses dan produksi. Teori ini memiliki tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas dalam sebuah organisasi.
Organisasi di sini dimaksudkan untuk organisasi besar atau kecil, organisasi formal atau informal. Manajemen klasik bekerja dengan memperhatikan beberapa aspek penting dalam organisasi, seperti aspek kepemimpinan, pembagian kerja, strukturisasi dan lain sebagainya.
Teori Manajemen Klasik
Mengutip buku yang berjudul Ilmu Manajemen Tanya Jawab Teori dan Praktik, Prof. Dr. H. SAHYAR, M.S., M.M. (2023:17), teori dari manajemen klasik dibentuk untuk merampingkan operasi, meningkatkan produktivitas dan juga untuk meningkatkan laba.
Walaupun teori ini terkenal pada abad ke-20, namun sebenarnya teori sudah ada pada akhir abad ke-19.
Teori manajemen klasik pertama kali diperkenalkan oleh Frederick W. Taylor. Pada hakekatnya teori ini menekankan pada pentingnya pendekatan proses dan produksi. Teori Klasik berasumsi bahwa para pekerja atau manusia sifatnya rasional,berfikir logik, dan kerja merupakan suatu yang diharapkan.
Sama dengan teori-teori sebelumnya, teori ini mempunyai karakteristik yang harus diketahui dan dipelajari. Berikut beberapa karakter utamanya:
Sebagai spesialisasi kerja dalam sebuah usaha atau organisasi
Menjadi salah satu sarana motivasi
Memiliki kepemimpinan otokratis
Mempunyai strukturisasi hierarki yang tinggi
Kelebihan Teori Manajemen Klasik
Manajemen klasik tentu mempunyai beberapa kelebihan dan keuntungan di dalamnya. Kelebihan ini bersifat membangun dan berikut kelebihan dari manajemen klasik.
1. Meningkatkan Produktivitas
Manajemen klasik adalah manajemen yang mampu membuat karyawan bekerja secara produktif. Produktif di sini bisa dilihat dari kemampuan berpikir dan kemampuan dalam menyelesaikan suatu tugas.
Manajemen klasik mampu membuat individu menjadi lebih cerdas, dan menguasai pekerjaan pada bidangnya.
2. Meningkatkan Finansial
Teori ini mengajarkan kepada individu untuk memiliki kekuatan motivasi serta fokus kepada hasil yang akan didapatkan. Misalnya, fokus terhadap insentif keuangan atau imbalan atas kerja keras yang telah dilakukan.
3. Pengambilan Keputusan yang Baik
Selain mampu meningkatkan produktivitas, motivasi dan penghasilan, manajemen klasik juga membuat individu berani mengambil keputusan. Teori ini mengajarkan untuk berani bertindak secara efesien.
4. Struktur yang Jelas
Dalam manajemen klasik memprioritaskan struktur pekerjaan yang jelas. Walaupun sistem yang dimiliki sebuah organisasi belum kuat, namun terdapat penanggung jawab di dalamnya.
Hal ini tentu meminimalisir adanya praduga serta miss komunikasi antar individu. Tidak hanya itu, struktur yang jelas membuat koordinasi meningkat dan mengurangi konflik.
Baca Juga: Departemen Manajemen IPB Siap Kolaborasi dengan Sekolah Manajemen Top Australia
Demikian penjelasan mengenai teori manajemen klasik beserta kelebihannya yang menekankan pada pentingnya pendekatan proses dan produksi. Semoga bermanfaat.
(LFP)
