Konten dari Pengguna

Mengenal Unsur Intrinsik Cerpen Robohnya Surau Kami

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi unsur intrinsik cerpen robohnya surau kami, foto:pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi unsur intrinsik cerpen robohnya surau kami, foto:pexels

Unsur intrinsik cerpen Robohnya Surau Kami merupakan elemen-elemen yang penting untuk membangun karya sastra ini dari dalam dan membentuk cerita secara utuh. Pada karya sastra seperti cerpen, uncur intrinsik meliputi berbagai aspek yang menciptakan cerita lebih menarik.

Memahami unsur intrinsik dari cerpen sangat penting. Hal ini karena dapat membantu pembaca atau penikmat sastra menangkap makna mendalam serta pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.

Ketahui Unsur Intrinsik Cerpen Robohnya Surau Kami

Ilustrasi unsur intrinsik cerpen robohnya surau kami, foto:pexels

Unsur intrinsik yang terkandung dalam cerpen akan menjadikan karya sastra tersebut bermakna dan berkesan. Semua aspek ini mampu memperkuat daya tarik dan nilai literatur karya sastra bagi para pembacanya.

Dikutip dari buku Bahasa Indonesia 3, Sri Utami dan Sukardi (2008:66), unsur intrinsik merupakan unsur yang membangun cerita dari dalam. Dengan kata lain, unsur ini menjadi unsur yang membangun cerpen menjadi satu kesatuan yang utuh dan memiliki komponen pelengkap.

Dengan dimikian, unsur intrinsik cerpen Robohnya Surau Kami memiliki unsur-unsur yang mendukung jalannya cerita tersebut. Adapun beberapa unsur intrinsik pada cerpen tersebut sebagai berikut.

1. Tema

Tema yang dominan dalam cerpen Robohnya Surau Kami yaitu kehancuran dan kehilangan. Cerita ini menggambarkan bagaimana sebuah surau yang menjadi simbol identitas dan kepercayaan masyarakat rusak. Kemudian akhirnya hilang karena berbagai faktor, seperti kekacauan sosial, perubahan budaya, dan bencana alam.

2. Alur

Alur yang digunakan dalam cerpen Robohnya Surau Kami, yaitu alur maju dan mundur. Hal ini karena ceritanya bertumpu pada kisah sebelumnya dan menceritakan mengenai sebab tokoh “aku” meninggalkan seorang kakek penjaga surau dan kemudian menceritakan kembali lanjutan kisah tersebut.

3. Latar

  • Latar tempat: Latar tempat pada cerpen Robohnya Surau Kami, yaitu kota, dekat pasar, dan sebuah desa kecil yang mempunyai surau sebagai pusat kegiatan masyarakat.

  • Latar waktu: Latar waktu yang digunakan dalam cerpen Robohnya Surau Kami, yaitu beberapa tahun yang lalu, di malam hari, pagi hari, dan subuh.

4. Tokoh dan Penokohan

Cerpen ini mempunyai beberapa tokoh dengan sifat yang berbeda-beda. Adapun penjelasannya sebagai berikut.

  • Kakek: Rajin beribadah, baik hati, ikhlas, tetapi ketika penyesalan dan ketakutan datang akan berpikiran pendek.

  • Ajo Sidi: Jahil, pembuat bualan, ramah, tetapi di balik bualannya terdapat makna tersirat.

  • Aku: Baik, dermawan, perhatian, sebagai perantara tokoh lainnya.

  • Haji Saleh: Rajin beribadah, mengabdikan diri hanya untuk Tuhan, tetapi terlalu membanggakan tindakannya sampai gelap mata pada lainnya dan berani menentang.

  • Istri ‘Aku’: Baik.

  • Istri Ajo Sidi: Patuh kepada suami, dapat dipercaya menyampaikan amanat, dan baik.

5. Sudut Pandang

Dalam cerpen Robohnya Surau Kami, pengarah memposisikan dirinya dalam cerita ii sebagai tokoh utama atau akuan sertaan. Sebab, secara langsung pengarang terlibat di dalam cerita pada bagian awal cerita.

6. Amanat

Amanat yang terkandung dalam cerpen Robohnya Surau Kami terdapat beberapa poin di antaranya, yaitu:

  • Jangan cepat marah kalau ada orang yang mengejek atau menasehati karena perbuatan diri sendiri yang kurang layak di hadapan orang lain.

  • Jangan cepat bangga akan perbuatan baik yang dilakukan, karena hal ini bisa saja baik di hadapan manusia, tetapi kurang baik di hadapan Tuhan.

  • Jangan menyia-nyiakan apa yang sudah dimiliki.

  • Jangan mementingkan diri sendiri.

Pada dasarnya, unsur intrinsik cerpen Robohnya Surau Kami menjadi unsur yang mendukung jalannya cerita pada cerpen tersebut. Selain itu, dengan memahami unsur intrinsik dalam cerpen, pembaca mampu mengapresiai kreativitas penulis dalam menyampaikan cerita. (PAM)

Baca Juga: 7 Unsur Ekstrinsik Novel yang Memengaruhi Karakteristiknya