Konten dari Pengguna

Mengenal Watak Tembang Dhandhanggula dalam Sastra Jawa

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi watak tembang dhandhanggula. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi watak tembang dhandhanggula. Sumber: www.unsplash.com

Tembang Dhandhanggula adalah salah satu jenis tembang dalam tradisi sastra Jawa yang memiliki karakteristik dan makna yang kaya. Watak tembang Dhandhanggula dikenal berwatak suka duka, bahagia, perjuangan, bersyukur, kerja keras, kasih sayang, dan kegigihan. Dalam sastra Jawa, cocok digunakan sebagai tembang pembuka.

Mengutip buku Kisah Perjalanan dalam Sastra Jawa, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1995:67), tembang Dhandhanggula memuat nasihat Raden Sinarawita kepada Hascarya mengenai cara mengabdi. Dilihat dari teknik pengisahannya, pada umumnya kisah perjalanan diceritakan dengan gaya narasi atau kisahan.

Mengenal Watak Tembang Dhandhanggula dan Makna di Baliknya

Ilustrasi watak tembang dhandhanggula. Sumber: www.unsplash.com

Tembang Dhandhanggula sering dianggap sebagai bentuk ekspresi perasaan, baik yang berkaitan dengan cinta, kasih sayang, maupun semangat hidup. Watak tembang Dhandhanggula dikenal sebagai tembang yang luwes dan manis, membuatnya sangat cocok untuk mengungkapkan berbagai perasaan.

Tembang ini terdiri dari 14 larik dengan pola rima yang jelas, menjadikannya mudah dinyanyikan dan diingat. Masyarakat Jawa sering menggunakan Dhandhanggula untuk mengekspresikan cinta dan harapan, sehingga tembang ini memiliki nuansa yang lembut dan puitis.

Watak Dhandhanggula mencerminkan beberapa aspek penting dalam kehidupan manusia. Berikut penjelasannya.

1. Kasih Sayang

Tembang ini sering menggambarkan perasaan cinta dan kasih sayang. Liriknya bisa mencerminkan kerinduan, harapan, dan komitmen antara pasangan.

2. Kegigihan

Selain cinta, Dhandhanggula juga mengandung elemen kegigihan dalam menghadapi berbagai tantangan. Hal ini mencerminkan semangat dan tekad untuk mencapai tujuan meski dihadapkan pada rintangan.

3. Kedamaian

Suara dan irama tembang Dhandhanggula yang lembut membawa suasana damai. Banyak orang menemukan ketenangan dalam mendengarkan atau menyanyikan tembang ini, menjadikannya pilihan yang baik untuk mengungkapkan perasaan tenang dan bahagia.

Aturan dalam Tembang Dhandhanggula

Ilustrasi watak tembang dhandhanggula. Sumber: www.unsplash.com

Untuk menciptakan keindahan dalam Tembang Dhandhanggula, terdapat beberapa aturan yang harus diperhatikan, antara lain:

  1. Jumlah Larik

    Tembang Dhandhanggula terdiri dari 14 larik.

  2. Pola Rima

    Memiliki pola rima yang konsisten, sering kali berulang pada setiap bait.

  3. Tema

    Tema yang diusung biasanya berkaitan dengan cinta, harapan, dan perasaan mendalam lainnya.

Salah satu contoh Dhandhanggula yang terkenal adalah lirik yang menggambarkan perasaan cinta yang tulus dan harapan akan masa depan. Misalnya, lirik yang menggambarkan kerinduan kepada seseorang yang dicintai atau harapan akan kebahagiaan bersama.

Tembang Dhandhanggula merupakan bagian penting dari warisan sastra Jawa yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai kehidupan.

Dengan watak tembang Dhandhanggula yang luwes dan manis, Dhandhanggula mampu menyentuh hati banyak orang, menjadikannya salah satu bentuk ekspresi budaya yang tak lekang oleh waktu sekaligus melestarikan kekayaan budaya Jawa yang berharga. (VAN)

Baca juga: 9 Ciri-ciri Formalisme pada Ilmu Sastra