Mengetahui Penyebab Pemberontakan APRA beserta Sejarah Singkatnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) merupakan peristiwa kudeta militer yang terjadi di Bandung pada tanggal 23 Januari 1950. Penyebab pemberontakan APRA yaitu hasil keputusan Konferensi Meja Bundar pada Agustus 1949.
APRA merupakan pemberontakan oleh Belanda yang dibentuk dan dipimpin oleh Raymond Westerling pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Pemberontakan ini merupakan bentuk upaya Westerling dalam mempertahankan bentuk negara federal dan menolak RIS.
Penyebab Pemberontakan APRA
Pemberontakan APRA dilatar belakangi dengan dibubarkannya negara bagian bentukan Belanda di Republik Indonesia Serikat (RIS) yang bergabung kembali ke Republik Indonesia. Namun, APRA tidak menyetujui adanya rencana tersebut.
Pemberontoakan APRA mulai muncul setelah Konferensi Meja Bundar pada Agustus 1949 yang menghasilkan 2 keputusan, yakni:
Penarikan pasukan KL dari Indonesia
Tentara KNIL akan dibubarkan dan akan dimasukkan ke dalam kesatuan-kesatuan TNI
Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL) dan Koninklijk Leger (KL) merupakan tentara bentukan Belanda yang terdiri dari orang pribumi yang tidak mau bergabung dengan Indonesia.
Pasukan KL dan KNIL merasa dirugikan dengan keputusan KMB. Pasukan KNIL takut mengalami hukuman atau ancaman saat menyatu dengan TNI kelak.
Melihat situasi tersebut, Kapten Raymond Westerling, seorang komandan pasukan belanda, menginisiasi persatuan KNIL dan KL menjadi Angkatan Perang Ratu Adil (APRA), yang nantinya akan melakukan pemberontakan.
Sejarah Singkat APRA
Pemberontakan APRA mempunyai tujuan utama yaitu untuk melakukan kudeta terhadap pemerintah Republik Indonesia, merencanakan pembubaran kabinet, serta membunuh para petinggi pemerintahan Indonesia di Jakarta.
APRA dan Westerling mencoba melakukan kudeta pada Januari 1950. Target pemberontakan APRA adalah Jakarta dan Bandung. Tanggal 5 Januari 1950, Westerling mengirimkan ultimatum ke pemerintah RIS dan jika ditolak maka akan terjadi pertempuran besar.
Untuk mencegah tindakan Westerling, tanggal 10 Januari 1950 Mohammad Hatta Wakil Presiden RI, mengeluarkan perintah penangkapan Westerling. Namun, Westerling sudah mengetahui hal tersebut terlebih dahulu dan kemudian mempercepat kudetanya.
Westerling menyerang Bandung dan melakukan pembantaian di sana. Pembantain tersebut berhasil dilawan dan ditumpas oleh pemerintah melalui perundingan dan mengandalkan operasi militer dan akhirnya Westerling segera pergi meninggalkan Bandung.
Dalam buku Ensiklopedia Pelajar dan Umum oleh Gamal Komandoko (2010:59) dijelaskan bahwa di Jakarta Westerling dan Sultan Hamid II merencanakan penangkapan dan menculik sejumlah menteri seperti Sultan Hamengku Buwono IX, Ali Budiardjo, dan Kolonel Simatumpang.
Atas informasi S.Parman dan kesigapan TNI, rencana tersebut dapat digagalkan. Sultan Hamid II ditangkap dan Wasterling berhasil melarikan diri ke Belanda dengan menumpang pesawat Catalina milik Angakatan Laut Belanda pada tanggal 22 Februari 1950.
Baca juga: Mengetahui Penyebab Kekeringan serta Dampaknya bagi Manusia dan Lingkungan
Demikian ulasan mengetahui penyebab pemberontakan APRA beserta sejarah singkatnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa pemberontakan APRA tidak dapat dilepaskan dari peran Sultan Hamid II dan Raymond Westerling sebagai pemimpin mereka. (MRZ)
