Konten dari Pengguna

Menurut Rimpela, Apa Kebijakan Sekolah untuk Mempromosikan School Well-Being?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurut Rimpela, kebijakan apa yang dapat diambil oleh sekolah untuk mempromosikan school well-being yang efektif di kalangan siswa. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Taylor
zoom-in-whitePerbesar
Menurut Rimpela, kebijakan apa yang dapat diambil oleh sekolah untuk mempromosikan school well-being yang efektif di kalangan siswa. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Taylor

Menurut Rimpela, kebijakan apa yang dapat diambil oleh sekolah untuk mempromosikan school well-being yang efektif di kalangan siswa? Kesejahteraan siswa di sekolah bukan hanya soal nilai akademik.

Namun, juga kenyamanan, rasa aman, dan hubungan sosial yang sehat. Rimpela menekankan pentingnya peran sekolah dalam membentuk kebijakan yang mendukung kondisi tersebut.

Menurut Rimpela, kebijakan apa yang dapat diambil oleh sekolah untuk mempromosikan school well-being yang efektif di kalangan siswa. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Element5

Dalam kerangka school well-being model kesejahteraan siswa di sekolah sangat bergantung pada rasa diterima dan dihargai. Hal ini tanpa memandang latar belakang sosial, budaya, ekonomi, atau kemampuan belajar siswa.

Menurut Rimpela, kebijakan apa yang dapat diambil oleh sekolah untuk mempromosikan school well-being yang efektif di kalangan siswa? Berikut penjelasannya.

1. Menghargai Keragaman Siswa

Setiap murid datang dari latar belakang yang berbeda. Ada yang tumbuh dalam budaya tertentu, memiliki keyakinan berbeda, atau kondisi fisik dan mental yang tidak sama. Di sinilah peran sekolah sangat penting.

Mulai dari menciptakan suasana yang tidak hanya menerima perbedaan, tapi juga merayakannya. Ketika semua siswa merasa dihargai sebagaimana adanya, mereka akan lebih percaya diri untuk terlibat aktif dalam kegiatan belajar.

2. Membangun Lingkungan yang Nyaman dan Mendukung

Belajar tidak akan maksimal jika suasana sekolah terasa menekan atau membuat siswa takut. Sekolah yang ideal adalah tempat di mana semua anak merasa aman dan diterima.

Guru dan staf harus bisa menjadi pendengar yang baik dan bersikap adil tanpa memihak. Dengan begitu, siswa tidak ragu untuk mengekspresikan diri dan lebih bersemangat mengikuti proses pembelajaran.

3. Memberi Ruang yang Sama untuk Berkembang

Kadang, tanpa sadar, ada siswa yang tertinggal bukan karena kurang mampu, tapi karena tidak diberi kesempatan yang sama. Sekolah perlu memastikan bahwa semua murid bisa ikut dalam kegiatan kelas dan organisasi.

Murid juga bisa ikut dalam kegiatan di luar pelajaran tanpa dibatasi faktor ekonomi, sosial, atau kondisi pribadi lainnya. Prinsipnya, semua anak berhak maju dengan cara dan jalannya masing-masing.

4. Menyesuaikan Cara Belajar dengan Kebutuhan Anak

Setiap anak punya cara belajar yang berbeda. Ada yang cepat paham lewat praktik, ada yang lebih suka penjelasan lisan, dan ada pula yang perlu waktu lebih untuk mencerna materi.

Guru sebaiknya tidak terpaku pada satu metode saja, melainkan mencoba berbagai pendekatan agar semua siswa merasa terbantu. Dengan begitu, tidak ada yang merasa tertinggal atau diabaikan dalam proses belajar.

Baca juga: Latihan Pemahaman Modul 2 Topik 4 School Well-Being

Itulah jawaban atas pertanyaan, menurut Rimpela, kebijakan apa yang dapat diambil oleh sekolah untuk mempromosikan school well-being yang efektif di kalangan siswa? Sejumlah contoh kebijakan di atas bisa dijadikan referensi oleh sekolah untuk menciptakan suasana belajar yang cocok dengan murid. (Msr)