Konten dari Pengguna

Model Pembelajaran Berdiferensiasi beserta Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Model pembelajaran berdiferensiasi. Sumber: Pexels/ICSA
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Model pembelajaran berdiferensiasi. Sumber: Pexels/ICSA

Model pembelajaran berdiferensiasi merupakan sebuah pendekatan dalam dunia pendidikan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap individu siswa. Pendekaan ini didasarkan kepada gagasan bahwa siswa memiliki beragam kebutuhan, kemampuan, minat dan juga gaya belajar yang berbeda-beda,

Pembelajaran berdiferensiasi menawarkan penyesaian metode dan materi untuk memastikan bahwa setiap siswa dapat belajar dengan cara yang paling efektif. Guru menyesuaikan isi pelajaran hingga lingkungan belajarnya.

Contoh Model Pembelajaran Berdiferensiasi

Ilustrasi Model pembelajaran berdiferensiasi. Sumber: Pexels/Christina Morillo

Menurut Schollhorn (2000) dalam buku Pembelajaran Berdiferensiasi yang Kreatif dan Inovatif, Riyanti Susiloningtyas, S.Pd.,Gr.,M.Pd., Sudiyanti, S.Pd., Agnes Ariningtyas, M.Pd., (2024:2), pembelajaran diferensial adalah pendekatan pembelajaran motorik yang menanamkan pentingnya variasi gerakan, dengan dasar pada teori sistem dinamis gerakan manusia.

Pembelajaran ini merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pengakuan terhadap perbedaan individual. Konsep ini dipandang sebagai implementasi dari prinsip iklusivitas dan kesetaraan dalam pendidikan. Berikut ini contoh model pembelajaran berdiferensiasi yang dapat diterapkan.

1. Konten

Strategi pembelajaran berdiferensiasi konten mempertimbangkan hasil pemetaan belajar. Guru dapat membedakan proses pembagian dan format penyampaian konten pembelajaran yang meliputi materi pengetahuan, konsep, dan keterampilan yang perlu diajarkan pada siswa sesuai kurikulum.

Contohnya:

  • Siswa dengan pemahaman yang lebih tinggi diberi bacaan yang lebih kompleks.

  • Siswa yang membutuhkan dukungan tambahan diberi materi yang disederhanakan atau lebih visual.

2. Proses

Proses berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar. Dalam pelaksanaannya, guru membedakan proses belajar yang dilalui peserta didiknya. Hal ini memungkinkan siswa memahami materi dan melatih diri agar mencapai keterampilan yang diharapkan.

Contohnya:

  • Siswa kinestetik diberi kesempatan untuk belajar melalui permainan atau aktivitas fisik.

  • Siswa visual belajar dengan bantuan peta konsep atau grafik.

3. Produk

Strategi pembelajaran produk mengacu pada kemampuan guru untuk memodifikasi suatu produk atau membantu siswa belajar. Produk bisa meliputi hasil pekerjaan, presentasi, praktis, atau unjuk kerja yang ditunjukan siswa pada guru.

Contohnya:

  • Membuat sudut baca bagi siswa yang lebih nyaman belajar sendiri.

  • Menyediakan area diskusi bagi siswa yang senang belajar dalam kelompok.

Model pembelajaran berdiferensiasi membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif dan efektif dengan menyusaikan pengajaran berdasarkan kebutuhan individu siswa.

Melalui diferensiasi isi, proses, hingga produk, guru dapat memastikan setiap siswa memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensinya. (DIA)

Baca Juga: Macam-macam Model Pembelajaran Kurikulum Merdeka