Modul: Ciri-Ciri, Fungsi, dan Cara Membuatnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Modul adalah bahan pembelajaran (learning materials) yang bisa dipelajari secara mandiri oleh peserta didik. Pembelajaran dengan menggunakan modul merupakan salah satu strategi penyelenggaraan pembelajaran individual.
Modul tersusun secara sistematika tertentu agar peserta didik mudah mempelajari dan dapat menyerap materi sendiri. Modul tak hanya disusun oleh satu orang saja, modul dapat disusun oleh suatu kelompok, tetapi tetap harus memperhatikan sistematikanya.
Ciri-ciri Modul
Pada umumnya satu modul hanya menyediakan satu topik atau materi pembahasan yang merupakan satu unit dari program pembelajaran tertentu.
Ciri khas modul adalah tersedianya petunjuk yang lengkap dan rinci, agar peserta didik dapat menggunakan modul dalam pembelajaran secara mandiri. Berikut adalah ciri modul lainnya:
Dirancang untuk sistem pembelajaran mandiri.
Program pembelajaran yang utuh dan sistematis.
Hanya menyediakan satu materi pembahasan pembelajaran tertentu.
Memuat tujuan, kegiatan pembelajaran, dan evaluasi.
Disajikan secara komunikatif dua arah.
Diupayakan dapat mengganti beberapa peran guru.
Cakupan bahasan/materi terfokus dan terukur.
Mengutamakan aktivitas belajar peserta didik sebagai pemakai.
Fungsi Modul
Modul yang baik adalah modul yang disusun berdasarkan karakteristiknya sehingga mampu meningkatkan proses pembelajaran. Modul pembelajaran memiliki beberapa fungsi, berikut penjelasannya.
1. Pengganti Tenaga Pengajar
Seperti yang telah dijelaskan bahwa modul pembelajaran akan memberikan pembelajaran yang sudah terstruktur rapi seperti apa yang disampaikan oleh tenaga pengajar. Sehingga sudah tidak dibutuhkan bantuan langsung dari pengajar.
2. Bahan Ajar Mandiri
Berdasarkan pengertiannya, modul pembelajaran berfungsi supaya para peserta didik dapat belajar secara mandiri.
3. Alat Evaluasi
Selain untuk mengajar, modul juga dapat digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap pemahaman siswa. Maksudnya adalah tenaga didik dapat melihat apakah para peserta didik sudah meningkat pemahamannya dengan menggunakan modul pembelajaran.
4. Bahan Rujukan
Modul juga dapat dijadikan bahan rujukan karena di dalamnya terdapat penjelasan rinci dan juga keterangan-keterangan tambahan. Selain itu, sifat dari modul itu sendiri yang harus berkualitas dan kredibel karena dibuat berdasarkan literatur yang terpercaya.
Cara Membuat Modul
Dalam buku Pengembangan Modul Pembelajaran Aljabar Elementer di Program Studi Tadris Matematika IAIN Bengkulu oleh Fatrima Santri Syafri (2019:7) unsur-unsur modul teridri dari pedoman guru, lembar kegiatan siswa, lembar kerja, kunci lembar jawaban, lembaran tes, dan kunci lembaran tes.
Dalam membuat modul kita harus mengetahui unsur pembentuk atau penyusunnya. Modul juga harus mengandung sistem yang rapi sehingga dapat membantu peserta didik dalam memahami materi yang ingin disampaikan. Berikut ulasan cara membuat modul.
1. Membuat Cover Modul
Cover modul pembelajaran umumnya mencakup nama mata pelajaran, identitas penulis, target pembaca, sampai instansi yang merilis modul tersebut.
2. Menyusun Kerangka Modul
Kerangka modul ini berisi tentang:
Tujuan instruksional umum dan khusus
Soal evaluasi
Pokok penting materi pelajaran.
Langkah belajar siswa
Langkah pembelajaran
Alat-alat yang mendukung kegiatan belajar.
3. Menulis Program Pembelajaran
Program pembelajaran terdiri dari:
Petunjuk guru
Kegiatan siswa
Lembar kerja siswa
Lembar jawaban
Lembar tes
Lembar jawaban tes
Baca juga: Radikalisme: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Dampak yang Ditimbulkan
Modul adalah bahan ajar untuk memudahkan peserta didik atau siswa dalam memahami materi. Tentunya, tidak sembarangan orang bisa membuat modul. Terdapat poin-poin penting yang harus diperhatikan. (MRZ)
