Neraca Pembayaran: Pengertian, Tujuan, Jenis dan Komponen-komponennya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Neraca pembayaran adalah salah satu faktor penting yang memengaruhi kebijakan ekonomi makro suatu negara. Neraca pembayaran akan ikut menjadi dasar untuk perhitungan kebijakan moneter, penyusunan anggaran negara dan sebagainya.
Neraca pembayaran di Indonesia bisa diketahui melalui laporan Bank Indonesia (BI) per kuartal atau triwulan dan tahunan. Ini penting bagi para pelaku usaha untuk melihat kecenderungan ekonomi bagi bisnis mereka. Masyarakat umum juga bisa memantaunya.
Neraca Pembayaran adalah Catatan Transaksi Ekonomi yang Sistematis
Dikutip dari Membina Kompetensi Ekonomi untuk Kelas XI, Eeng Ahman dan Epi Indriani (2007:122), neraca pembayaran adalah catatan sistematis tentang transaksi ekonomi internasional antara suatu negara dengan negara lain dalam kurun waktu tertentu.
Berikut adalah hal-hal yang terkait dengan neraca pembayaran.
1. Tujuan membuat necara pembayaran.
Berikut adalah tujuan pembuatan neraca pembayaran sehingga penting bagi suatu negara:
Memudahkan dalam memberi gambaran tentang kondisi ekonomi makro suatu negara bagi pihak-pihak yang membutuhkan informasi tersebut.
Memberikan gambaran tentang hubungan ekonomi dalam negeri dan luar negeri.
Membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan moneter, fiskal dan perdagangan internasional.
2. Jenis-jenis neraca pembayaran.
Jenis-jenis neraca pembayaran dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
Transaksi berjalan (current account), yang terdiri dari neraca barang dan jasa.
Transaksi modal (capital account), berupa transaksi modal jangka pendek dan panjang.
Transaksi emas (gold account).
Sedangkan jenis-jenis neraca pembayaran berdasarkan kondisinya adalah sebagai berikut:
Neraca pembayaran defisit, yaitu jumlah transaksi yang memerlukan pembayaran lebih besar dari jumlah pendapatan.
Neraca pembayaran surplus, yaitu jumlah transaksi yang mendatangkan penerimaan lebih besar dari jumlah transaksi yang harus dibayar.
Neraca pembayaran seimbang, yaitu jumlah transaksi yang memerlukan pembayaran dan jumlah pendapatan sama besar atau berimbang.
3. Komponen-komponen neraca pembayaran.
Komponen-komponen yang termasuk dalam neraca pembayaran adalah:
Arus masuk moneter:
Pendapatan dari ekspor barang dan jasa.
Pembayaran dari pemerintah asing.
Pengeluaran warga negara asing yang masuk ke Indonesia.
Pendapatan warga dari investasi asing di Indonesia.
Arus keluar moneter:
Pembayaran dari impor barang dan jasa.
Pembayaran kepada pemerintah asing. Misalnya, pinjaman luar negeri.
Pengeluaran warga negara Indonesia yang ke luar negeri.
Investasi yang dilakukan warga negara Indonesia di luar negeri atau perusahaan asing.
Baca juga: Pengertian dan Contoh Kerjasama Ekonomi Multilateral
Demikianlah pembahasan bahwa neraca pembayaran adalah catatan transaksi ekonomi yang sistematis. Kedisiplinan dalam melakukan pencatatan akan memberikan gambaran yang sebenarnya tentang kondisi ekonomi suatu negara. (lus)
