Nilai Estetik dalam Kritik Tari: Pengertian dan Unsur-unsurnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nilai estetik dalam kritik tari sering dijadikan perhatian utama. Umumnya, tari yang dikritik merupakan suatu pertunjukan atau persembahan sehingga penampilanlah yang paling diperhatikan.
Kritik sering disalahartikan sebagai mencari-cari kesalahan. Kritik memang sering tidak berisi pujian. Namun kritik, seperti kritik tari, memiliki landasan ilmu.
Nilai Estetik dalam Kritik Tari
Risiko sebagai penari atau penampil itu dikritik. Namun, ada sisi positif dari menerima kritik, yaitu untuk evaluasi diri agar menjadi lebih baik. Kritik pertama kali muncul pada seni tari modern di Eropa. Saat ini, umumnya kritik ditulis di media.
Untuk memahami tentang kritik tari, berikut penjelasannya.
1. Pengertian Estetika dalam Kritik Tari
Dikutip dari Seni Budaya untuk SMA/MA Kelas X Jilid 1, Jelly Eko Purnomo dan Zefri Yanda (2021:288), kritik adalah komentar yang pada umumnya normatif terhadap suatu prestasi dan seluk beluk dengan tujuan memberi apresiasi.
Sedangkan kritik tari adalah menganalisis dan mengevaluasi suatu karya tari dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki karya tersebut. Kritik merupakan jembatan antara koreografer, penari dan penonton.
Nilai estetik dalam kritik tari menitikberatkan pada pemahaman dan apresiasi terhadap nilai-nilai keindahan seni tari yang ditampilkan. Kritik yang baik tidak hanya memberitahukan tentang benar atau salah dan bagus atau buruk, melainkan juga mampu menjelaskannya.
2. Unsur-unsur Estetika dalam Kritik Tari
Nilai estetika dalam seni tari merupakan kesan seseorang ketika melihat sebuah tarian melalui panca indranya. Keindahan dari sebuah tarian dapat tercipta dari gerakan yang teratur dan berirama.
Berikut adalah unsur-unsur yang mempengaruhi nilai estetika sebuah tarian, yang menjadi dasar dari kritik tari:
Tempo
Tempo adalah cepat atau lambatnya sebuah gerakan. Tempo ini sudah diatur menggunakan musik, tepukan, hitungan dan sebagainya. Tempo harus sesuai dengan pengiring dan tema tarian yang dibawakan.
Gerak
Gerak tarian dapat diperlembut maupun dibuat dinamis. Unsur keindahan harus tetap ada meski suasana berubah-ubah. Koreografer harus memastikan penonton dapat melihat keindahan dalam setiap gerak penari.
Irama
Irama adalah pengatur tempo. Pemilihan irama harus sesuai dengan tema yang dibawakan agar mendapatkan respon penonton seperti yang diharapkan.
Kostum
Kostum atau busana juga memengaruhi karakter tari yang dibawakan dan menambah nilai keindahan suatu tarian.
Baca juga: 4 Fungsi Tari Berpasangan beserta Contohnya
Nilai estetik dalam kritik tari menjadi faktor utama yang sering disoroti. Tari sebagai karya seni layak mendapat apresiasi yang lebih dari sekedar hiburan biasa sehingga perlu melakukan perbaikan-perbaikan seperti saran para kritikus. (lus)
