Konten dari Pengguna

Pada Seni Rupa Garis Membatasi Apa?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

IIlustrasiIlustrasi garispada seni SumberPixabay Pexels
zoom-in-whitePerbesar
IIlustrasiIlustrasi garispada seni SumberPixabay Pexels

Seni rupa adalah salah satu cabang seni yang dapat dinikmati dengan cara dilihat dan diraba. Ada beberapa unsur yang bisa membentuk sebuah karya seni rupa, salah satunya adalah garis. Pada seni rupa garis membatasi benda, ruang, rangkaian massa, dan warna.

Menurut buku Pengetahuan Dasar Seni Rupa, Sofyan Salam, dkk., (2020: 18), garis adalah suatu hasil goresan nyata atau batas limit suatu benda, ruang, rangkaian massa, dan warna. Garis dapat dibedakan menjadi garis lurus, garis lengkung, dan garis patah.

Pada Seni Rupa Garis Membatasi Apa?

Ilustrasi pada seni rupa garis membatasi. Sumber foto: Pexels/Jess Bailey Designs

Pada seni rupa garis membatasi gambar benda atau sosok suatu benda. Setiap jenis garis mewakili sifat atau karakter tertentu.

Garis adalah elemen dasar dalam seni rupa yang mengandung arti lebih dari sekadar goresan. Karena garis dengan iramanya dapat menimbulkan kesan simbolik pada pengamatnya.

Garis juga memiliki dimensi yang bentuknya memanjang serta memiliki arah. Berikut ini penjelasan jenis-jenis garis dan karakteristiknya.

1. Garis Lurus

Macam-macam garis yang termasuk garis lurus, antara lain garis horizontal, garis vertikal, juga garis diagonal.

  • Garis horizontal yaitu garis lurus yang bentuk arahnya dari kanan ke kiri dan sebaliknya atau datar sejajar.

  • Garis vertikal adalah garis lurus yang dibuat dari atas ke bawah dan sebaliknya. Garis vertikal menjadi simbol karakter kuat, kokoh, jujur, teguh, dan megah.

  • Garis diagonal adalah garis miring yang dibuat dari kiri bawah ke kanan atas dan sebaliknya, atau dari kiri atas ke kanan bawah dan sebaliknya. Garis diagonal mewakili karakter yang dinamis, gesit, dan lincah.

2. Garis Lengkung

Garis lengkung dapat dibedakan menjadi garis lengkung tunggal dan garis lengkung ganda.

Garis lengkung seringkali diibaratkan dalam bentuk awan, buih sabun, balon, atau gulungan ombak. Dari bentuk-bentuk ini, garis lengkung menggambarkan simbol karakter yang ringan, dinamis, lincah, indah, dan luwes.

3. Garis Patah

Contoh garis patah adalah garis zig-zag. Garis zig-zag merupakan garis lurus yang dibuat patah-patah, sehingga membentuk sudut yang lancip.

Fungsi Garis dalam Seni Rupa

Ilustrasi fungsi garis dalam seni rupa. Sumber foto: Pexels/Steve Johnson

Garis dalam seni rupa memiliki beberapa fungsi, antara lain:

1. Merepresentasikan sebuah bentuk dan bidang, seperti garis kontur yang memiliki fungsi untuk membatasi gambar.

2. Memberikan penekanan pada nilai ekspresi seperti nilai gerak, irama, dan arah. Garis seperti ini disebut dengan garis grafis.

3. Memunculkan kesan dimensi dan tekstur. Garis seperti ini dinamakan garis arsir atau tekstur, dan cirinya adalah dapat dirasakan saat diraba.

Baca juga: Alasan Mengapa Bahan yang Digunakan dalam Pembuatan Klise Harus Transparan

Dapat disimpulkan bahwa pada seni rupa garis membatasi benda, ruang, rangkaian massa, dan warna. (ARN)