Konten dari Pengguna

Pathokan Tembang Pangkur Bahasa Jawa

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pathokan tembang pangkur. Sumber: unplash.com/ReidikaHaris.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pathokan tembang pangkur. Sumber: unplash.com/ReidikaHaris.

Pathokan tembang pangkur merupakan paugeran atau aturan yang diterapkan dalam tembang pangkur. Tembang adalah lagu dalam bahasa Jawa. Sedangkan pangkur adalah salah satu dari 11 tembang macapat yang diajarkan pada masa kanak-kanak di Jawa.

Sebenarnya, macapat bukanlah tembang anak-anak. Tembang ini diperkenalkan Walisongo, terutama Sunan Kalijaga, sebagai pendekatan ke masyarakat untuk penyebaran agama Islam.

Mengenal Pathokan Tembang Pangkur

Ilustrasi pathokan tembang pangkur. Sumber: unsplash.com/MufidMajnun.

Pathokan digunakan sebagai karakteristik pembeda antara tembang dalam bahasa Jawa satu dengan yang lainnya. Pathokan terdiri dari 3 macam, yaitu guru gatra, guru wilayangan dan guru lagu. Tiap tembang macapat memiliki kombinasi jumlah guru yang berbeda.

Untuk mengetahui pathokan tembang pangkur, berikut adalah penjelasannya, yang dikutip dari Mengungkap Perjalanan Sunan Kalijaga, Jhoni Hadi Saputra (2018:121).

1. Contoh Tembang Pangkur

Berikut adalah salah satu contoh tembang pangkur:

Sekar pangkur kan winarna

lelabuhan kanggo wong urip

ala lan becik puniku

prayoga kawruhana

adat waton punika dipun kadulu

miwa ingkang tatakrama

den keesthi siyang ratri.

2. Cara Menghitung Pathokan

Dari contoh tembang pangkur di atas, dapat kita hitung pathokan-nya sebagai berikut:

  1. Guru Gatra

    Arti guru gatra adalah jumlah baris. Jika dihitung, seluruh tembang di atas terdiri dari 7 baris. Maka guru gatra tembang pangkur ada 7.

  2. Guru Wilangan

    Arti guru wilangan adalah jumlah suku kata tiap baris.

    Contoh cara menghitungnya adalah: se (1) - kar (2) - pang (3) - kur (4) - kan (5) wi (6) - nar (7) - na (8).

    Jadi, guru wilangan baris pertama adalah 8.

    Jika diurutkan semua baris dari baris pertama hingga baris ke tujuh, maka guru wilangan tembang pangkur di atas adalah 8, 11, 8, 7, 12, 8, 8.

  3. Guru Lagu

    Arti guru lagu adalah huruf vokal terakhir di tiap baris.

    Contohnya, kata terakhir pada baris pertama adalah winarna. Dengan demikian guru lagu baris pertama adalah a.

    Jika diurutkan semua baris dari baris pertama hingga baris ke tujuh, maka guru lagunya adalah a, i, u, a, u, a, i.

3. Cara Penulisan Pathokan

Umumnya penulisan pathokan hanya menggabungkan unsur guru wilayangan dan guru lagu karena kadang ada perbedaan syair sehingga ada perbedaan huruf vokal terakhir. Sedangkan guru gatra umumnya memang hanya ada 7.

Jadi, penulisan pathokan dari tembang pangkur di atas adalah 8-a, 11-i, 8-u, 7-a, 12-u, 8-a, 8-i.

Pathokan tembang pangkur merupakan cara untuk merawat pakem tembang tersebut. Tembang merupakan warisan budaya yang wajib dilestarikan. (lus)

Baca juga: 6 Contoh Tembang Gambuh dalam Bahasa Jawa