Paus Melahirkan atau Bertelur?

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Paus adalah salah satu hewan laut yang populer. Diketahui bahwa kebanyakan binatang yang hidup di laut berkembangbiak dengan cara bertelur. Hal ini membuat beberapa orang tidak tahu paus melahirkan atau bertelur ketika berkembangbiak.
Dikutip dari buku Mari Berseronok dengan Ensiklopedia Hewan, Steve Parker (2011:70), paus biru adalah mamalia terbesar di dunia. Binatang ini bahkan bukanlah ikan, tetapi dapat hidup berjam-jam di dalam air.
Paus akan timbul ke permukaan laut untuk bernapas. Hewan ini akan menyemburkan air melalui ubang embus yang ada di kepalanya. Alat pernapasan dari paus adalah paru-paru.
Apakah Paus Melahirkan atau Bertelur saat Berkembangbiak?
Untuk mengetahui paus melahirkan atau bertelur, maka harus diketahui dengan cara mengenali ciri-ciri fisiknya. Paus memiliki kelenjar susu di bawah perutnya. Selain itu, binatang ini juga memiliki rahim untuk mengandung keturunannya.
Dari ciri fisik tersebut dapat disimpulkan bahwa paus berkembangbiak dengan cara melahirkan. Namun, karena paus merupakan hewan akuatik membuat cara melahirkannya jadi sedikit berbeda dari mamalia lain.
Paus adalah hewan yang umurnya bisa mencapai 30 sampai 70 tahun. Hanya saja kematangan seksual dari paus ada di usia yang cukup muda. Pejantan paus mencapai kematangan seksual di usia 7–10 tahun, sedangkan betina 5–7 tahun.
Paus betina dapat melahirkan anak tiap dua sampai tiga tahun sekali yang siklus reproduksinya ini lebih lama dari hewan laut lainnya. Jadi, paus betina sering kali akan memiliki banyak pasangan pada musim kawin untuk meningkatkan peluang hamil.
Pada saat musim kawin tiba para paus akan pergi ke tempat yang hangat. Sama seperti layaknya mamalia lain, paus jantan mempunyai perilaku khusus untuk mendekati paus betina.
Paus jantan akan bersaing untuk mendapatkan perhatian dari paus betina. Mereka akan menyanyi, melakukan panggilan, hingga membelai. Paus betina terkadang amat pemilih saat menentukan dengan siapa akan kawin.
Mereka bahkan dapat menghindari panggilan pejantan tertentu selama beberapa hari. Namun, begitu sang paus betina mau kawin, ia dapat melakukannya selama berjam-jam. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan peluang hamil.
Masa kehamilan paus berkisar 9 sampai 16 bulan. Ada banyak anak paus yang lahir ketika proses migrasi. Sebab, paus betina akan berusaha melahirkan anaknya di tempat yang beriklim sedang.
Proses kelahiran paus dimulai dari muncul siripnya terlebih dahulu. Ukuran dari anak paus tergantung pada ukuran induknya. Biasanya, panjang anak paus mencapai seperempat panjang induknya.
Ketika anaknya telah berhasil lahir, sang induk akan mendorong anaknya ke permukaan laut agar bayinya dapat mengambil napas pertamanya. Setelah itu, induk paus akan berusaha keras menjaga anaknya karena tingkat kematian anak paus sangatlah tinggi.
Baca Juga: Alasan Ikan Paus sering Tersesat ketika Melakukan Perjalanan Migrasi
Demikian penjabaran yang menjawab pertanyaan apakah paus melahirkan atau bertelur. Kesimpulannya, paus berkembangbiak dengan cara melahirkan selayaknya mamalia pada umumnya. (SLM)
