Konten dari Pengguna

Pengertian dan Ciri-ciri Gelombang Stasioner dalam Sains

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri ciri gelombang stasioner. Sumber: pexels.com/Jeshoots.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri ciri gelombang stasioner. Sumber: pexels.com/Jeshoots.com

Dalam Sains, terdapat beberapa jenis gelombang salah satunya adalah gelombang stasioner. Adapun ciri-ciri gelombang stasioner adalah memiliki simpul dan perut. Gelombang stasioner memiliki nama lain, yaitu gelombang tegak dan gelombang berdiri.

Gelombang stasioner adalah gelombang yang tidak bergerak melewati suatu medium melainkan tetap diam. Gelombang stasioner berlawanan dengan gelombang merambat atau gelombang berjalan.

Pengertian dan Ciri-ciri Gelombang Stasioner

Ilustrasi ciri ciri gelombang stasioner. Sumber: pexels.com/CVSV

Gelombang stasioner dihasilkan apabila terdapat gelombang berjalan yang dipantulkan kembali ke sepanjang lintasan tersebut.

Mengutip dari buku Rangkuman Fisika SMP, Kinkin Suartini, M.Pd., (2010:197), pengertian gelombang stasioner adalah gelombang yang memiliki fase dan amplitudo berbeda di setiap titik lintasan yang dilaluinya. Adapun ciri-ciri gelombang stasioner sebagai berikut.

  1. Memiliki simpul dan perut.

  2. Muncul titik-titik apabila kedua gelombang memiliki fase yang sama. Titik yang dihasilkan adalah titik perut dengan amplitudo 2A.

  3. Titik-titik yang memiliki fase berbeda akan menghasilkan titik simpul dengan amplitudo nol.

Contoh gelombang tersebut adalah ketika seseorang memetik senar gitar kemudian akan muncul gelombang di sepanjang lintasan senar tersebut. Apabila gelombang sudah mencapai ujung senar gitar yang terikat, maka gelombang tersebut akan dipantulkan lagi.

Contoh Soal Gelombang Stasioner

Ilustrasi ciri ciri gelombang stasioner. Sumber: pexels.com/Andrea Piacquadio

Agar bisa membantu siswa memahami materi mengenai gelombang stasioner maka bisa simak beberapa contoh di bawah ini.

Contoh 1

Ada gelombang stasioner yang dinyatakan dengan persamaan: ys = 0.2 cos 10 π t sin 20 π t. Berapa P2 pada gelombang tersebut?

Jawaban:

2π/λ = 10λ -> λ = 0,2 m

Mencari perut kedua bisa dengan persamaan

P = n (1/4) λ

= 2 (1/4) 0,2 = 0,1 m.

Contoh 2

Gelombang pada permukaan air dihasilkan dari getaran dengan frekuensi 30 Hz. Adapun jarak antara lembah dan puncak gelombang berurutan adalah 50 cm, berapa cepat rambat gelombang tersebut?

Jawaban:

F = 30 Hz

½ λ = 50 cm

λ= 100 cm = 1 m

V = λ x f = 1 x 30 = 30 m/s

Baca Juga: Hubungan Suhu dan Tekanan Udara beserta Pengertian

Mempelajari pengertian dan ciri-ciri gelombang stasioner akan menambah wawasan siswa di bidang Sains. Siswa bisa memperdalam materi dengan mempelajari contoh soal di atas. (GTA)