Konten dari Pengguna

Pengertian dan Contoh Kritik Populer dalam Seni Rupa

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh kritik populer. Sumber: Pixabay / StockSnap
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh kritik populer. Sumber: Pixabay / StockSnap

Kritik karya seni rupa merupakan salah satu bentuk apresiasi melalui sebuah ulasan terhadap suatu pameran atau karya seni. Ada beberapa jenis kritik karya seni rupa, dan salah satunya merupakan kritik populer. Seperti apa contoh kritik populer itu?

Kritik seni dilakukan oleh seorang kritikus dengan tujuan untuk menelaah kelebihan dan kekurangan sebuah karya seni. Jadi, kritik seni tidak selalu bertujuan negatif, tetapi juga memiliki manfaat bagi seniman atau perupa tersebut.

Pengertian Kritik Populer

Ilustrasi contoh kritik populer. Sumber: Pixabay / PIRO4D

Menurut buku Seni Budaya untuk SMA/MA Kelas X, Jelly Eko Purnomo, S.Pd, Zefri Yandra, S.Pd, (2021: 265), kritik populer adalah jenis kritik seni yang ditujukan untuk konsumsi umum.

Biasanya, tanggapan atau kritikan yang disampaikan melalui kritik populer bersifat umum, seperti mengenai pengenalan atau publikasi karya saja. Bahasa yang digunakan dalam kritik populer juga bersifat sederhana, supaya lebih mudah dipahami oleh orang awam.

Bisa dibilang, sebuah kritik populer tidak menuntut keahlian kritis. Namun, kualitas kritik tersebut bernilai sama dengan kajian para kritikus profesional.

Contoh Kritik Populer Singkat

Ilustrasi contoh kritik populer. Sumber: Pixabay / GeorgeB2

Seseorang yang melakukan kritik terhadap suatu karya seni disebut kritikus. Di bawah ini merupakan contoh kritik populer singkat yang bisa dimengerti dan dipahami oleh masyarakat umum.

Profil Karya

Pelukis: Yudhokusumo

Judul: Melukis di Taman

Bahan: cat minyak

Media: Kanvas

Tahun pembuatan: 1952

Identifikasi

Deskripsi:

Dalam lukisan ini, Yudhokusumo menunjukkan kemampuannya sebagai seorang pelukis yang berkualitas, yang menjadikan lukisannya sebagai ungkapan ekspresi jiwa.

Dalam lukisan ini, semua benda diekspos secara rinci. Lukisan ini juga menampilkan dunia dalam bentuk yang ideal dan lengkap. Lukisan ini menunjukkan sisi romantis dari pelukis.

Analisis formal:

Lukisan ini dibuat dengan cat minyak, menggunakan media kanvas. Warna-warna yang dipilih oleh sang pelukis, membuat lukisan ini terlihat indah dan menarik.

Evaluasi:

Meskipun hampir sempurna, ada beberapa kelemahan dalam lukisan ini, termasuk kehadiran warna minyak yang bercampur antara benda yang satu dengan benda yang lain. Biasanya, hal ini terjadi karena cat minyak terlalu cair.

Kelebihan:

Berbagai warna cerah yang diterapkan oleh pelukis pada setiap objek dalam lukisan ini benar-benar mencerminkan intuisi pelukis daripada kondisi aktual di lingkungan.

Salah satu karakteristik dari genre lukisan yang menggunakan perspektif udara atau “Perspektif Antena” adalah memungkinkannya cakrawala ini terlihat ke atas.

Hasilnya, bidang gambar tampak lebih luas dan lebih terlihat. Selain itu, ada lebih banyak objek yang dapat dicat, sehingga lukisan ini penuh dengan pola dan kaya warna.

Kelebihan lainnya, lukisan ini memiliki gaya yang benar-benar membuat lukisan ini memiliki jiwa. Objek dalam lukisan ini dibuat dalam rincian dan detail, baik di latar depan dan latar belakang lukisan ini.

Kekurangan:

Lukisan ini dilukis di media kanvas yang lebarnya kurang dari 1 meter, sehingga lukisan itu kurang sesuai jika diletakkan di ruangan yang luas.

Kekurangan lainnya, terlihat ada pembauran warna yang entah disengaja atau tidak, tetapi membuat bentuk dan pewarnaan asli objeknya menjadi terganggu.

Baca juga: 2 Contoh Kritik Karya Seni Rupa yang Benar beserta Tahapannya

Demikianlah sedikit penjelasan mengenai pengertian dan contoh kritik populer dalam seni rupa. Untuk membuat kritik populer memang tidak memerlukan keahlian kritis, tetapi sebaiknya seorang kritikus memahami betul materi kritiknya. (ARN)