Pengertian dan Contoh Pengemulsi dari Bahan Alami

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Emulsifier atau pengemulsi adalah salah satu bahan yang diperlukan dalam pembuatan makanan seperti roti, kue, biskuit, dan yang lainnya. Telur adalah salah satu contoh pengemulsi yang terbuat dari bahan alami.
Selain digunakan sebagai bahan pembuatan makanan, ada juga pengemulsi yang digunakan dalam pembuatan sabun. Emulsifier mudah ditemukan di toko maupun pasar tradisional.
Pengertian Emulsifier dan Contohnya
Emulsi, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diartikan sebagai cairan yang terbentuk dari campuran dua zat, zat yang satu terdapat dalam keadaan terpisah secara halus atau merata di dalam zat yang lain (seperti persenyawaan zat-zat bergetah atau berlemak dengan air).
Sementara emulsifier atau pengemulsi adalah zat yang digunakan untuk memudahkan pembuatan emulsi dan selanjutnya menstabilkan emulsi itu.
Pengemulsi ada yang terbuat dari bahan alami, ada pula yang merupakan bahan buatan.
1. Pengemulsi Buatan
Pengemulsi buatan merupakan pengemulsi yang dibuat dengan bantuan senyawa kimia.
Contoh pengemulsi buatan:
SP
Ovalet
TBM
2. Pengemulsi Alami
Pengemulsi alami adalah pengemulsi yang terbuat dari bahan-bahan alam.
Contoh pengemulsi dari bahan alami:
Lesitin Lesitin merupakan pengemulsi alami yang berasal dari kedelai. Biasanya, lesitin tersedia dalam minyak nabati berbahan dasar kedelai. Fungsinya adalah untuk melembabkan dan meningkatkan tekstur kue yang dipanggang.
Gelatin Gelatin memiliki sifat sebagai bahan pengental, pembentuk gel, pengemulsi, penstabil, dan bahan pengikat. Gelatin biasa digunakan dalam pembuatan es krim, yoghurt, keju, atau pudding.
Telur Pada telur, kandungan emulsifier-nya lebih banyak terdapat pada kuning telur dibandingkan pada putih telurnya.
Fungsi Pengemulsi
Mengutip buku Analisis & Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan, Dr. Ir. Wisnu Cahyadi, M.Si., (2023: 175), fungsi-fungsi pengemulsi pangan dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan utama, yaitu:
Untuk mengurangi tegangan permukaan antara minyak dan air, yang mendorong pembentukan emulsi dan pembentukan keseimbangan fase antara minyak, air, dan pengemulsi pada permukaan yang memantapkan antara emulsi.
Untuk sedikit mengubah sifat-sifat tekstur teknologi produk pangan, dengan pembentukan senyawa kompleks dengan komponen-komponen pati dan protein.
Untuk memperbaiki tekstur produk pangan yang bahan utamanya lemak dengan mengendalikan keadaan polimorf lemak.
Baca juga: 3 Penyebab Bolu Bantet yang Sering Terjadi
Demikianlah penjelasan mengenai pengemulsi dan contoh pengemulsi yang terbuat dari bahan alami. Ternyata, pengemulsi juga bisa didapatkan dari bahan-bahan alami. (ARN)
