Pengertian dan Jenis-jenis Homo Sapiens

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis-jenis Homo sapiens adalah salah satu materi yang sering dibicarakan dalam topik penemuan manusia purba. Homo sapiens diperkirakan muncul sekitar 20.000 tahun yang lalu.
Dari penelitian mengenai manusia purba, dapat diketahui apa saja manusia purba yang pernah hidup di wilayah Indonesia serta ciri-ciri dan bagaimana cara mereka hidup.
Jenis-jenis Homo Sapiens dan Ciri-cirinya
Mengutip buku Ensiklopedia Sejarah Lengkap di Indonesia, Adi Sudirman (2019: 32), Homo sapiens adalah manusia purba yang diperkirakan fisiknya sama dengan manusia modern pada masa kini.
Manusia purba ini pertama kali ditemukan di daerah Wajak oleh van Ritschotten dan diteliti oleh Eugene Dubois. Ciri-ciri Homo sapiens adalah sebagai berikut.
Memiliki volume otak sakitar 1000-1200 cc.
Tinggi badan 130-210 cm.
Otot tengkuknya telah mengalami penyusutan.
Alat kunyah dan rahangnya telah menyusut
Muka tidak menonjol ke depan.
Berdiri dengan tegak dan bisa berjalan dengan sempurna.
Menurut buku Explore Sejarah Indonesia Jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X, Dr. Abdurakhman dan Arif Pradono, M.I.Kom (2019: 27), berdasarkan lokasi penemuannya jenis-jenis Homo sapiens yang ditemukan di Indonesia digolongkan sebagai berikut.
1. Homo Soloensis
Fosil Homo soloensis ditemukan oleh von Koenigswald dan Widenrich pada tahun 1931-1934 di Desa Ngandong (lembah Bengawan Solo). Fosil yang ditemukan adalah sebelas tengkorak, rahang, dan gigi. Setelah diteliti, diambil kesimpulan bahwa fosil tersebut memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari Pithecanthropus erectus.
Fosil tersebut kemudian diberi nama Homo soloensis. Ada yang memperkirakan Homo soloensis sebagai evolusi dari Pithecanthropus mojokertensis. Ada pula yang menggolongkannya sebagai Homo neanderthalensis. Ciri-ciri Homo soloensis adalah sebagai berikut.
Memiliki badan yang tegak.
Memiliki tinggi badan sekitar 180 cm.
Memiliki tengkorak lebih besar dari Pithecanthropus erectus.
Volume otaknya antara 1000-1300 cc.
Otak lebih besar dari otak kecil Pithecanthropus.
2. Homo Wajakensis
Fosil Homo wajakensis ditemukan oleh van Rietschoten di daerah Wajak (Tulung Agung) pada tahun 1889. Fosil ini kemudian diteliti oleh Eugene Dubois.
Homo wajakensis diperkirakan memiliki tingkat peradaban yang sudah maju. Ciri-ciri Homo wajakensis adalah sebagai berikut.
Memiliki tinggi badan kira-kira 130-210 cm.
Memiliki berat badan antara 30-150 kg.
Bentuk muka tidak terlalu menonjol ke depan.
Berjalan dengan lebih tegak.
3. Homo Floresiensis
Fosil Homo floresiensis ditemukan pada tahun 1965 oleh Verhoeven di sebuah gua bernama Liang Bua di Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Homo floresiensis diperkirakan hidup antara 30.000 hingga 18.000 tahun yang lalu.
Berdasarkan penelitian, Homo floresiensis diperkirakan mampu membuat peralatan dari batu, memasak menggunakan api, dan berburu. Ciri-ciri Homo floresiensis adalah sebagai berikut.
Memiliki ukuran badan dan kepala yang kecil.
Memiliki volume otak 380 cc.
Memiliki rahang sedikit menonjol dan berdahi sempit.
Tinggi badan 106 cm.
Baca juga: Jenis-jenis Manusia Purba di Indonesia beserta Ciri-cirinya
Itulah pengertian dan jenis-jenis Homo sapiens yang pernah ditemukan di Indonesia. Semoga dapat menambah pengetahuan mengenai penemuan fosil manusia purba di berbagai wilayah di Indonesia beserta ciri-ciri dan sejarah penemuannya. (IND)
