Konten dari Pengguna

Pengertian dan Jenis-jenis Puasa dalam Ajaran Islam

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis-jenis puasa. Gambar hanya ilustrasi. Sumber: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Jenis-jenis puasa. Gambar hanya ilustrasi. Sumber: Pixabay

Puasa adalah rukun Islam yang keempat. Jenis-jenis puasa tidak hanya wajib dan sunnah.

Puasa merupakan suatu kegiatan menahan diri, untuk tidak makan dan minum mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Dengan berpuasa, tubuh seseorang dapat mengalami peningkatan proses metabolisme.

Pengertian dan Jenis-jenis Puasa

Jenis-jenis puasa. Gambar hanya ilustrasi. Sumber: Pixabay

Dikutip dari buku 125 Masalah Puasa, Muhammad Najmuddin Zuhdi (2008: 7), puasa dalam Alquran dan hadis disebut dengan kata ash-shaum atau ash-shiyam. Secara harfiah, puasa berarti menahan diri dari sesuatu.

Puasa adalah menahan diri dari makan, minum, hubungan suami istri dan segala hal yang dapat membatalkan puasa, mulai dari tebit fajar hingga terbenamnya matahari dan dilakukan dengan niat karena Allah SWT.

Jenis-jenis puasa terbagi menjadi empat, yaitu:

1. Puasa Wajib

Puasa wajib adalah jenis puasa yang harus dilakukan umat muslim untuk memenuhi perintah Allah SWT, dan jika ditinggalkan akan mendapat dosa. Puasa wajib terbagi menjadi empat, yaitu:

  • Puasa Ramadhan dengan keistimewaan pada waktu itu terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

  • Puasa qadha atau puasa dengan tujuan mengganti puasa yang tidak dilakukan di bulan ramadhan

  • Puasa nazar, puasa yang dilakukan karena janji terhadap Allah atas keinginannya yang dikabulkan

  • Puasa kifarat, yaitu puasa denda atau puasa menebus dosa

Baca juga: Syarat Berpuasa Wajib dan Sah Bagi Umat Islam

2. Puasa Sunnah

Puasa sunnah merupakan jenis puasa yang apabila dilakukan akan mendapatkan pahala, dan jika ditinggalkan tidak mendapat apa-apa. Ada banyak puasa sunnah dalam Islam, contoh:

  • Puasa sunnah senin kamis, dengan keutamaan yang telah disampaikan sebuah hadis bahwa amal manusia dilaporkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis. lalu Allah SWT mengampuni setiap muslim (atau mukmin), kecuali dua orang, yaitu orang yang saling menjauh. (HR Ahmad)

  • Puasa hari arafah dengan keutamaan akan dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, yakni tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.

  • Puasa tasu’a dan puasa asyura dengan keutamaan yang sama dengan puasa arafah

  • Puasa 6 hari di bulan syawal dengan keutamaan yang setara dengan puasa sepanjang tahun

  • Memperbanyak puasa di bulan sya’ban karena pada bulan itu amal-amal diangkat dan dihadapkan kepada Tuhan

  • Memperbanyak puasa di bulan muharram

  • Puasa 3 hari setiap pertengahan bulan, dengan keutamaan yang sama dengan puasa bulan syawal

  • Puasa Sunnah nabi Daud A.S

3. Puasa makruh

Puasa makruh adalah jenis puasa yang lebih bagus untuk ditinggalkan atau tidak dilakukan. Contoh puasa makruh:

  • Puasa hari jum’at

  • Puasa setahun penuh (puasa dahr)

  • Puasa wishal, yaitu puasa yang tidak dimulai dengan makan sahur maupun berbuka.

4. Puasa haram

Puasa haram adalah puasa yang tidak boleh dilakukan atau diharamkan untuk umat Islam, dan jika tetap melaksanakannya maka akan mendapatkan dosa. Jenis puasa haram di antaranya adalah:

  • Puasa tanggal 1 syawal dan 10 dzulhijjah atau pada saat hari raya idul fitri dan idul adha

  • Puasa hari tasyrik, yaitu pada tanggal 11,12,13 bulan dzulhijjah (3 hari setelah hari raya idul adha)

  • Puasa pada hari yang diragukan

Itulah jenis-jenis puasa dalam agama Islam. Ingatlah untuk senantiasa belajar agama termasuk puasa, dengan disertai atau ditanyakan langsung terhadap gurunya. (MAE)