Konten dari Pengguna

Pengertian dan Rumus Induktansi dalam Elektronika

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Rumus induktansi. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Rumus induktansi. Sumber: www.unsplash.com

Induktansi menjadi salah satu kunci dalam dunia elektronika yang memiliki peran penting dalam perangkat listrik dan elektronik. Untuk itu, ada penjelasan rumus induktansi beserta pengertian yang merupakan bagian dari induksi elektromagnetik.

Menurut buku Dasar-Dasar Pengukuran Besaran Listrik, Riky Dwi Puriyanto, S. T., M. Eng., ‎Phisca Aditya Rosyady, S. Si., M. Sc., ‎Budi Asyhari (2021:9), induktansi merupakan sifat rangkaian elektronika yang mengakibatkan munculnya potensial listrik yang sebanding dengan arus yang mengalir pada rangkaian.

Pengertian dan Rumus Induktansi yang Perlu Dicermati

Ilustrasi Rumus induktansi. Sumber: www.unsplash.com

Pengertian induktansi adalah sifat dari rangkaian elektronika yang menyebabkan timbulnya potensial listrik secara proporsional terhadap arus yang mengalir pada rangkaian tersebut dan disebut dengan induktansi diri

Induktansi diri adalah sifat dari sebuah kumparan atau penghantar listrik yang menghasilkan medan magnetik sendiri saat arus listrik mengalir melaluinya.

Jadi, ketika ada arus listrik yang mengalir melalui kumparan atau penghantar listrik, medan magnetik akan muncul dan memengaruhi aliran arusnya sendiri. Berikut penjelasan rumus induktansi diri dalam elektronika.

Dalam induktansi sendiri, besarnya emf yang muncul akan menghasilkan arus yang melawan setiap perubahan fluks magnetik. Rumusnya:

L = 1.H = 1.V.(di/dt) = 1.V/(ampere/detik)

Kemudian jika ditambahkan jumlah lilitan dalam sebuah induktor, maka nilai induktansinya akan semakin bertambah. Besarnya nilai induktansi terhadap jumlah lilitan dapat dihitung dengan rumus berikut:

L = N x (φ/I)

Penjelasannya:

  • L = induktansi (H)

  • N = jumlah lilitan

  • φ = fluks magnetik (Weber/Wb)

  • I = arus (A)

Nilai koefesiensi induktansi diri sebuah induktor ditentukan oleh beberapa faktor seperti jumlah lilitan kawat, jarak antar kawat pada lilitan dan inti pusat.

Maka untuk mendapatkan induktor dengan koefesiensi induksi diri yang sangat tinggi, bisa menambah jumlah lilitan dan atau menggunakan inti pusat dari bahan yang memiliki permeabilitas tinggi.

Berikut ini rumus untuk menghitung fluks magnetik yang dihasilkan:

φ = B x A

Penjelasannya:

  • φ = besar magnetik fluks (Wb)

  • B = kerapatan fluks

  • A = luas area (m²)

Untuk menghitung nilai induktansi sebuah induktor, dapat diketahui jika diketahui jumlah lilitannya (N). Besarnya kerapatan fluks (B) dalam inti dapat dihitung dengan rumus berikut:

B = µo x H = N x (I/l)

Dari beberapa rumus diatas, bisa diperoleh persamaan rumus induktansi sebuah induktor berikut ini:

L = N x (φ /I) = N x ((BxA)/I) = (µo x N x I)/(l x I)

Dari perhitungan tersebut, dapat diperoleh rumus untuk menghitung induktansi sebuah induktor dengan menyederhanakan persamaan pada rumus diatas.

Berikut ini rumus induktansi sebuah induktor:

L = µo x N² x A / l

Penjelasannya:

  • L = induktasni (H)

  • µo = panjang Permeabilitas (4.π.10-7)

  • N = jumlah lilitan

  • A = luas area (m²)

  • l = panjang koil dalam meter

Baca juga: Sampah Elektronik: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya bagi Lingkungan

Contoh Induktansi Diri dalam Keseharian

Ilustrasi Rumus induktansi. Sumber: www.unsplash.com

Prinsip induktansi diri bisa ditemukan dalam berbagai hal di kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contohnya.

1. Sinyal Antena TV

Cara antena TV mendapatkan sinyal yang menunjukkan bahwa hal ini dapat diaplikasikan pada komunikasi nirkabel atau komunikasi yang tidak membutuhkan kabel.

Antena TV umumnya terdiri dari kumparan yang dirancang untuk memiliki induktansi diri. Hal ini memungkinkan antena TV untuk mengeluarkan ataupun menerima sinyal radio atau gelombang elektromagnetik lainnya.

Artinya, arus listrik yang mengaliri kumparan pada antena akan menghasilkan medan magnetik dan memancarkan gelombang elektromagnetik.

Begitu juga sebaliknya, gelombang elektromagnetik yang terpancar di sekitar antena juga akan diinduksi dan menjadi arus listrik sehingga gelombang tersebut dapat diterima.

2. Induktor

Induktor adalah komponen pasif yang dirancang untuk memiliki induktansi yang tinggi. Induktor biasanya ditemukan dalam filter frekuensi, sirkuit resonansi, sumber daya switch-mode, dan regulator tegangan.

3. Motor Induksi

Induktansi diri juga bisa ditemukan pada motor induksi. Motor induksi menggunakan induksi elektromagnetik, medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik menginduksi medan magnet pada kumparan stator. Motor induksi bisa ditemukan pada kendaraan, pompa air, kipas angin, mesin cuci, kulkas, dan banyak lagi.

Dengan memahami pengertian dan rumus induktansi, maka para ahli elektronika dapat merancang rangkaian dengan lebih efisien dan efektif, meningkatkan kinerja perangkat elektronik, dan mengoptimalkan berbagai aplikasi dalam dunia elektronika. (VAN)