Pengertian Fakta beserta Perbedaannya dengan Opini dalam Berita

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fakta adalah berbagai hal yang dapat ditangkap oleh indra manusia dalam bentuk data ataupun kejadian nyata yang terbukti kebenarannya. Sering kali, fakta dijumpai dalam penulisan berita.
Sayangnya, masih banyak orang yang sulit membedakan antara fakta dengan opini. Kedua istilah tersebut mempunyai tujuan dan fungsi yang berbeda dalam kebahasaan. Perbedaan fakta dan opini dapat diketahui dari penggunaannya ketika menyampaikan informasi.
Pengertian Fakta dalam Berita
Mengutip buku Intisari Materi Bahasa Indonesia SMA, Ai Mulyat & Nurfajriah (2022: 82), fakta adalah suatu informasi berdasarkan situasi nyata atau benar-benar terjadi. Kebenaran di dalam fakta dapat diteliti dari ciri khas kebahasaan yang ditampilkan.
Jadi, bisa dikatakan bahwa fakta dalam berita baru ditampilkan jika memang sudah teruji dan terbukti.
Kalimat fakta adalah kalimat yang mengandung susunan bahasa tanpa adanya campuran opini, atau perspektif pribadi penulis tentang fenomena atau kejadian yang dibahas dalam konteks tersebut. Adapun karakteristik fakta, yakni sebagai berikut.
Kalimat fakta dalam komunikasi tertulis banyak dijumpai pada teks-teks berita yang bersifat informatif.
Bisa dibuktikan kebenarannya karena berisi data-data kuantitatif dan kualitatif.
Data yang tercantum bersifat akurat, baik dari segi jam, tanggal, tempat, maupun peristiwanya.
Dikumpulkan dari narasumber terpercaya.
Bersifat obtektif, sehingga tidak dibuat-buat atau ditambah dengan opini pribadi.
Umumnya menjawab rumus pertanyaan 5W + 1H
Menjelaskan kejadian yang sedang atau telah terjadi.
Perbedaan Fakta dan Opini
Fakta dan opini adalah dua hal yang bertolak belakang. Hal ini bisa diketahui dari ciri-ciri opini yang cenderung bersifat subjektif. Beberapa ciri karakteristik opini yang membedakannya dengan fakta di antaranya sebagai berikut.
Umumnya ditandai dengan kata-kata bisa jadi, mungkin, seharusnya, sepertinya, sebaiknya, dan lain-lain.
Tidak bisa dibuktikan kebenarannya.
Bersifat subtektif dan umumnya disertai saran, pendapat, atau uraian yang tidak berdasarkan data.
Tidak mempunyai narasumber.
Memuat informasi berupa pendapat pribadi terkait peristiwa yang terjadi.
Menunjukkan peristiwa yang belum pasti terjadi atau masih akan terjadi di kemudian hari.
Informasi yang disampaikan belum memiliki bukti nyata.
Baca juga: Cara Membuat Berita yang Benar dan Akurat
Jadi, dapat disimpulkan bahwa fakta adalah informasi yang berdasarkan situasi nyata yang disertai bukti akurat. Sementara itu, opini merupakan informasi yang sifatnya subjektif dan menyertakan pendapat pribadi penulis. (DLA)
