Konten dari Pengguna

Pengertian Hambatan Listrik beserta Jenis-jenisnya dalam Fisika

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengertian Hambatan. Sumber: Pexels/Pok Rie
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengertian Hambatan. Sumber: Pexels/Pok Rie

Hambatan listrik adalah salah satu konsep kunci dalam studi fisika, yang merinci resistensi yang dihadapi aliran listrik saat melewati suatu material. Pengertian hambatan listrik sangat penting dalam menganalisis perilaku listrik dalam dan komponen elektronika.

Dalam fisika, hambatan diukur dalam ohm (Ω) dan memiliki peran sentral dalam menjelaskan fenomena listrik. Memahami hambatan listrik beserta jenis-jenisnya adalah sebuah keharusan jika ingin mendalami ilmu listrik.

Pengertian Hambatan

Ilustrasi Pengertian Hambatan. Sumber: Pexels/Pixabay

Mengutip dari buku Super Sukses AKM Kelas SMP/MTs Kelas IX karya Tim Kreatif (2021), pengertian hambatan listrik merupakan sebuah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya.

Hambatan listrik merujuk pada resistensi atau kesulitan yang dihadapi aliran arus listrik saat melewati suatu material. Setiap bahan memiliki karakteristik hambatan listriknya sendiri, yang mempengaruhi kemampuannya untuk menghantarkan arus.

Hambatan ini terkait erat dengan faktor seperti jenis material, panjang dan luas penampang material, serta suhu.

Jenis-jenis Hambatan Listrik

Ilustrasi Pengertian Hambatan. Sumber: Pexels/Myicahel Tamburini

Mengenali jenis-jenis hambatan listrik membantu insinyur dan ilmuwan untuk memilih material yang tepat dan memahami perilaku listrik dalam berbagai kondisi. Berikut adalah jenis-jenis hambatan listrik.

1. Hambatan Ohmik

Hambatan ini merupakan jenis hambatan yang nilai resistansinya tetap konstan sepanjang rentang tegangan atau arus tertentu. Material yang menunjukkan hambatan ohmik mengikuti Hukum Ohm.

2. Hambatan Non-Ohmik

Sebaliknya, hambatan non-ohmik memiliki nilai resistansi yang tidak tetap dan dapat berubah sesuai dengan tegangan atau arus yang diberikan. Termasuk dalam kategori ini adalah termistor dan LDR (Light Dependent Resistor).

3. Hambatan Variabel

Hambatan variabel dapat diubah-ubah secara manual atau otomatis. Contohnya adalah resistor potensiometer yang dapat diatur sesuai kebutuhan.

4. Hambatan Kontak

Hambatan ini muncul pada titik-titik kontak antar material atau perangkat elektronik. Kontak yang tidak sempurna dapat menyebabkan peningkatan hambatan.

5. Hambatan Internal

Ditemui dalam sumber energi listrik seperti baterai dan sel surya, hambatan internal mempengaruhi performa aliran listrik dalam sumber tersebut.

Baca juga: Mengenal Pengertian Rangkaian Listrik dan Penerapannya

Pemahaman terkait pengertian hambatan dan penerapan konsep hambatan listrik tidak hanya terbatas pada dunia akademis terkhusus fisika saja. Namun, juga memiliki dampak signifikan dalam pengembangan teknologi dan perangkat listrik di kehidupan sehari-hari. (ARR)