Pengertian Heterogen beserta Jenis dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Heterogen adalah sebuah istilah yang wujud dari bentuknya sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kimia, heterogen merupakan campuran dari dua bahan atau lebih yang memiliki komposisi tidak sama.
Campuran dari bahan-bahan yang disatukan akan mengendap dan terpisah dengan sendirinya. Hal ini karena partikel yang tercampur dalam heterogen memiliki ukuran yang lebih besar dari molekul.
Pengertian Heterogen
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), heterogen memiliki arti berbagai unsur yang berbeda sifat atau berlainan jenis. Wujud dari heterogen dapat berupa padatan, gas, dan cairan.
Mengutip buku Ensiklopedia Materi dan Kimia Unsur oleh Deni Evilina (2019: 119), pengertian heterogen adalah campuran dari dua macam materi atau lebih yang disatukan. Campuran tersebut masih terlihat adanya dinding batas pemisah.
Campuran heterogen memiliki komposisi dan sifat yang bervariasi pada setiap bagian yang dicampurkan. Hal ini tidak memiliki komposisi yang tetap seperti halnya senyawa.
Jenis dan Contoh Heterogen
Seperti yang sudah dijelaskan bahwa heterogen merupan campuran dari beberapa zat. Oleh karena itu, heterogen dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
Suspensi, yaitu campuran antara zat padat yang tidak larut dengan zat cair atau gas. Terlihat keruh dan tidak tembus pandang.
Koloid, yaitu campuran dua bahan atau lebih yang susunan partikel-partikelnya tersebar merata di dalam campuran.
Adapun contoh dari campuran heterogen adalah sebagai berikut.
1. Air dan lumpur
Air ketika dicampur dengan lumpur warnanya akan terlihat keruh. Namun, setelah didiamkan beberapa saat lumpur tersebut akan mengendap dan permukaan atas airnya menjadi terlihat bening.
2. Jus Mangga
Jus mangga adalah campuran dari zat cair dengan zat padat. Air yang awalnya bening terlihat keruh karena telah tercampur dengan mangga. Oleh karena itu, jus mangga termasuk ke dalam jenis campuran heterogen.
3. Beton
Contoh lain dari campuran heterogen adalah beton. Beton merupakan campuran heterogen dari agregat semen dan air.
4. Bubur Kacang Hijau
Contoh heterogen yang sering ditemui selanjutnya adalah bubur kacang hijau. Bubur kacang hijau adalah campuran dari berbagai bahan yaitu air, ketan, dan kacang hijau.
Baca Juga: Mengenal Pengertian dan Fungsi NPWP
Sifat Campuran Heterogen
Dirangkum dari buku Pasti Bisa Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD/MI Kelas V oleh Tim Tunas Karya Guru dan Best Score 100 Bank Soal IPA SMP oleh Tim Master Eduka, campuran heterogen memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
1. Mengandung Dua atau Lebih Bahan
Campuran heterogen terdiri atas campuran dua bahan atau lebih yang memiliki jenis yang berbeda. Misalnya, campuran tepung terigu dengan air atau kopi dengan air.
2. Identitas Kimia Tidak Berubah
Sifat kimia setiap zat yang membentuk campuran heteregon tidak berubah. Artinya, meskipun bahan-bahan yang ada dalam campuran heterogen secara fisik terpisah, komponen-komponen tersebut tetap mempertahankan sifat kimia asli mereka.
3. Sampel Berbeda-beda
Campuran heterogen merupakan campuran yang komponen-komponen penyusunnya tidak tercampur sempurna. Karena tidak tercampur sempurna, komponen-komponen tersebut dapat dibedakan.
Campuran heterogen mengandung partikel dengan bentuk atau ukuran berbeda, sehingga komposisi satu sampel mungkin berbeda dari sampel lainnya.
Misalnya, campuran antara pasir dengan air. Pada campuran heterogen tersebut, komposisi air dan pasir masih dapat dibedakan.
4. Dapat Dipisahkan
Campuran heterogen dapat dipisahkan menjadi komponen-komponennya berdasarkan sifat-sifat fisikanya, seperti wujud zat, ukuran partikel, titik leleh, titik didih, sifat magnetik, kelarutan, dan lain sebagainya.
Adapun metode-metode yang dapat dipakai dalam pemisahan campuran heterogen antara lain penyaringan (filtrasi), penguapan, kristalisasi, penyulingan (distilasi), penyubliman, dan kromatografi.
Perbedaan Homogen dan Heterogen
Pada dasarnya, perbedaan campuran homogen dan heterogen dapat dilihat berdasarkan karakteristiknya, seperti ukuran partikel, jenis bahan, campuran, sifat, warna, dan sebagainya.
Campuran homogen adalah campuran yang serba sama, yaitu komponen-komponen yang ada dalam campuran tersebut tidak dapat dibedakan dengan jelas.
Sementara itu, campuran heterogen adalah campuran yang dibentuk dari gabungan beberapa unsur atau senyawa secara fisika yang berbeda dan masih dapat dipisahkan menjadi komponen-komponen penyusunnya.
Dikutip dari Strategi dan Bank Soal HOTS IPA SMP/MTs Kelas 7, 8, 9 oleh Tim Maestro Genta (2020: 27-28), berikut adalah beberapa perbedaan homogen dan heterogen berdasarkan karakteristiknya.
Campuran homogen terdiri atas dua zat dalam jenis yang sama, sedangkan campuran heterogen terdiri atas dua bahan atau lebih dengan jenis yang berbeda.
Pada campuran homogen, ukuran partikel zat yang bercampur berukuran molekul. Sementara pada campuran heterogen, ukuran partikel yang bercampur lebih besar dari molekul.
Pada campuran homogen, partikel-partikel zat yang bercampur akan tercampur merata. Sementara pada campuran heterogen, pencampuran partikelnya tidak merata.
Pada campuran homogen, campuran tidak akan mengendap jika didiamkan. Sementara pada campuran heterogen, campuran akan mengendap.
Campuran homogen berwarna bening dan tembus cahaya, sedangkan campuran heterogen berwarna keruh dan tidak tembus cahaya.
Baca Juga: Contoh Campuran Homogen dan Campuran Heterogen
Ciri-Ciri Campuran Heterogen
Campuran heterogen memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Terdiri atas dua zat tunggal atau lebih dengan jenis yang berbeda. Zat tunggal yang membentuk campuran bisa berupa unsur ataupun senyawa.
Zat-zat penyusunnya bercampur secara tidak merata.
Campuran heterogen memiliki bagian yang tidak sama susunannya. Misalnya, campuran air dengan kopi menjadi bentuk cair dan campuran tepung terigu dengan air menghasilkan bentuk padat.
Sifat zat-zat penyusunnya tidak berubah. Misalnya, kopi mengandung air dan kopi. Sifat air dan kopi dari campuran tersebut tetap atau tidak berubah.
Ukuran partikel yang bercampur lebih besar dari molekul.
Setiap zat yang tercampur masih memiliki sifat-sifat zat asli atau masih dapat dibedakan.
Demikian penjelasan dari pengertian heterogen beserta jenis-jenis, contoh, hingga ciri-cirinya. Semoga dapat dipahami sehingga bisa menjadi bacaan yang bermanfaat.
(MAE & SFR)
