Konten dari Pengguna

Pengertian Hukum Mendel Pewaris Sifat dalam Ilmu Genetika

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hukum mendel pewaris sifat. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hukum mendel pewaris sifat. Sumber: www.unsplash.com

Hukum Mendel yang ditemukan pada pertengahan abad ke-19, merupakan dasar dari ilmu genetika modern. Hukum ini juga telah menjadi dasar bagi banyak penemuan dan pemahaman dalam bidang genetika atau disebut juga Hukum Mendel pewaris sifat.

Mengutip laman repositori.kemdikbud.go.id, penurunan sifat dari induk kepada keturunannya dikenal sebagai hereditas. Pewarisan sifat induk kepada keturunannya melalui gamet dengan mengikuti aturan-aturan tertentu. Ilmuwan pertama yang meneliti tentang penurunan sifat adalah Gregor Johann Mendel.

Pengertian Hukum Mendel Pewaris Sifat

Ilustrasi hukum mendel pewaris sifat. Sumber: www.unsplash.com

Latar belakang Mendel dengan lingkungan pertanian, menumbuhkan minatnya terhadap tumbuhan. Mulailah pada tahun 1856 hingga 1863, Mendel melakukan percobaan dengan memilih kacang ercis sebagai bahan eksperimen.

Mendel memilih kacang ercis karena terdapat beberapa sifat yang mencolok, seperti warna bunga ungu dan putih, dapat melakukan penyerbukan sendiri, maupun dengan bantuan manusia.

Ada beberapa karakteristik yang ditemukan setelah mempelajari kacang ercis sebagai cikal bakal lahirnya Hukum Mendel pewaris sifat ini. Berikut teori awal yang didapat Mendel, yaitu:

  1. Kelamin sel jenis dari satu induk mungkin berisi dua ciri yang berbeda, namun tidak mewarisi ciri itu.

  2. Sifat yang terwarisi mandiri, tidak tercampur. Hal ini merupakan pemikiran dasar gen dominan dan resesif.

  3. Karakter masing-masing merupakan sifat yang diturunkan dari kedua sel kelamin.

Ringkasnya, pengertian hukum pewaris sifat dari Mendel adalah aturan tentang pewarisan sifat dalam organisme yang dilakukan oleh Mendel pada percobaan persilangan tumbuhan.

Dari hasil percobaan tersebut, hukum ini pun dibagi menjadi dua bagian yaitu:

  • Hukum pemisahan (segregation) atau dikenal dengan Hukum Mendel I

  • Hukum berpasangan secara bebas (independent assortment) atau biasa dikenal Hukum Mendel II

Hukum Mendel I dan Hukum Mendel II

Ilustrasi hukum mendel pewaris sifat. Sumber: www.unsplash.com

Ada dua Hukum Mendel yang dikenal selama ini, berikut uraiannya.

1. Hukum Mendel I

Hukum Mendel I atau Hukum Segregasi yang menyatakan bahwa:

“Pada pembentukan gamet (sel kelamin) dalam ke 2 gen yang adalah pasangan, akan dipisahkan pada 2 sel anak.”

Hukum Mendel I atau Hukum Segregasi ini berlaku untuk persilangan monohibrid alias persilangan menggunakan satu sifat beda.

2. Hukum Mendel II

Pada Hukum Mendel II atau Hukum Independent Assortment atau Hukum Pengelompokan Gen Secara Bebas, menyatakan bahwa:

“Bila dua individu berbeda satu dengan yang lain dalam dua pasang sifat atau lebih, maka akan diturunkannya sifat yang sepasang itu tidak bergantung pada sifat pasangan lainnya”.

Keberadaan Hukum Mendel II ini berlaku untuk persilangan dihibrid atau menggunakan 2 sifat yang tidak selaras.

Pemahaman tentang Hukum Mendel ini merupakan langkah penting dalam ilmu genetika. Dalam konteks pewarisan manusia, Hukum Mendel menjelaskan mengapa anak dapat mewarisi sifat tertentu dari orang tua mereka.

Hal ini dapat membantu dalam memprediksi kemungkinan pewarisan penyakit genetik dan membantu pemahaman tentang risiko genetik.

Selain itu, penelitian lebih lanjut dalam genetika telah membuka pemahaman baru tentang variasi alel, mutasi genetik, dan peran gen dalam pengembangan penyakit kompleks seperti kanker dan diabetes.

Baca juga: Mengenal Macam-macam Gerak Tumbuhan beserta Contohnya

Demikian penjelasan singkat tentang Hukum Mendel pewaris sifat yang bisa dijadikan referensi materi pembelajaran. Semoga bermanfaat. (VAN)