Konten dari Pengguna

Pengertian Imitasi dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi imitasi adalah, sumber: pexels/Timur Weber
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi imitasi adalah, sumber: pexels/Timur Weber

Imitasi adalah suatu fenomena yang tidak bisa dihindari oleh manusia sebagai makhluk sosial. Hampir setiap orang pernah melakukan imitasi. Bahkan sejak kecil, manusia melakukan imitasi terutama pada lingkungannya.

Ini terlihat dari kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan orang tua, saudara, maupun orang sekitar yang pernah dilihat dan dengar akan ditiru oleh balita. Hal tersebut adalah hal yang manusiawi serta wajar.

Namun imitasi akan dinilai buruk ketika yang dilakukan mulai merugikan orang lain maupun diri sendiri. Untuk menghindari hal ini diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai imitasi serta contoh-contohnya.

Pengertian Imitasi yang Ada Di Lingkungan

Ilustrasi imitasi adalah, sumber: pexels/Pavel Danilyuk

Dikutip dari buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) karya Nana Supriatna, dkk. (2007:50), pengertian imitasi adalah sebuah proses seseorang menirukan tindakan, norma, nilai atau ilmu pengetahuan dari orang lain maupun kelompok.

Tak hanya itu, imitasi juga dimaknai sebagai proses belajar seseorang dalam meniru serta mengikuti perilaku orang lain sikap, penampilan, gaya bicara, dan apa saja yang orang lain miliki.

Imitasi pertama kali muncul di dalam keluarga kemudian tetangga lalu masyarakat. Imitasi terjadi karena adanya interaksi sosial pada tiap individu dengan individu lain maupun kelompok.

Imitasi biasanya didasari oleh perasaan seperti kagum dan suka. Syarat terjadinya imitasi adalah harus muncul perhatian dan minat kepada sesuatu yang diimitasi. Minat yang dimaksud bisa berupa rasa menyukai, mengagumi, menghargai dan sebagainya.

Contoh Imitasi yang Baik dan Buruk

Gambar imitasi adalah, sumber: pexels/SHVETS Production

Perilaku imitasi bisa mendorong seseorang untuk mematuhi norma-norma dan kaidah tertentu maupun sebaliknya. Imitasi dapat memunculkan pengaruh positif maupun negatif, berikut beberapa contoh pengaruh positif imitasi.

  • Meniru gaya berpakaian influencer yang rapi dan sopan.

  • Meniru pola hidup sehat dari suatu negara atau masyarakat lain.

  • Meniru rutinitas belajar dari teman sebaya yang akrab.

Di dalam lingkungan sosial kita tak hanya terdapat hal positif, namun juga negatif. Begitu pula dengan pengaruh imitasi, berikut beberapa contoh negatif dari fenomena imitasi.

  • Meniru kebiasaan teman dalam menggunakan telepon seluler saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas.

  • Kebiasaan kebut-kebutan di jalan yang akhirnya mengganggu kenyamanan bagi pengguna jalan lain.

  • Kebiasaan merokok di jalan dan di ruang ber-AC

  • Kebiasaan mencontek ketika ada tugas sekolah maupun ujian.

Baca Juga: Memahami Pengertian dan Contoh Atribusi dalam Psikologi Sosial

Demikianlah beberapa informasi mengenai pengertian imitasi beserta contoh yang ada di lingkungan. Pada dasarnya imitasi adalah suatu hal yang wajar bila dilakukan oleh seseorang, asalkan tidak merugikan orang lain. (SLM)