Konten dari Pengguna

Pengertian Karangan Narasi dalam Bahasa Indonesia dan Cirinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi karangan narasi adalah. Sumber: unsplash.com/ Studio Media
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi karangan narasi adalah. Sumber: unsplash.com/ Studio Media

Karangan narasi adalah teks cerita yang berisi peristiwa tertentu. Dalam bahasa Indonesia, jenisnya dibagi menjadi dua macam dan ciri-cirinya akan sangat bergantung dari jenisnya tersebut.

Isi karangan narasi umumnya berbentuk paragraf panjang dan di dalamnya berisi unsur yang tidak bisa dihilangkan. Pembaca dapat mengambil informasi dari teks tersebut baik dalam bentuk hikmah maupun informasi pemberitahuan.

Pengertian Karangan Narasi, Jenis, dan Cirinya

Ilustrasi karangan narasi adalah. Sumber: unsplash.com/ Jaredd Craig

Pengertian karangan narasi adalah karangan yang menyampaikan kronologi sebuah kejadian dalam bentuk kisah atau cerita. Jenisnya dibagi dua, yaitu karangan narasi ekspositoris dan narasi sugestif.

Karangan narasi ekspositoris merupakan narasi yang isinya memberitahukan informasi tertentu. Sedangkan karangan narasi sugestif adalah karangan berbentuk prosa yang memiliki unsur intrinsik di dalamnya.

Mengutip dari buku Sukses UN Bahasa Indonesia SMP 2009, Rika Lestari (hal. 43), ciri khas karangan narasi yaitu mempunyai minimal tiga unsur intrinsik, seperti latar, tokoh, atau penokohan.

Unsur intrinsik prosa ada tokoh dan penokohan, alur dan plot, latar (setting), hikmah dan sudut pandang. Masing-masing penjelasan unsur tersebut dapat dilihat di bawah ini.

  1. Tokoh merupakan karakter yang memerankan cerita. Tokoh dalam narasi bisa berupa manusia atau hewan. Sedangkan penokohan merupakan penggambaran sifat tokoh dalam cerita.

  2. Alur merupakan jalan cerita yang bisa memakai alur maju atau alur mundur. Alur maju menceritakan peristiwa dari awal hingga akhir, sedangkan alur mundur menceritakan kisah dengan kembali menuju masa lalu.

  3. Untuk plot sendiri berarti peristiwa yang isinya dimulai dari pengenalan, permasalahan, klimaks, dan penyelesaian. Pada tahap penyelesaian, ada happy ending yang bahagia dan sad ending yang bersifat menyedihkan.

  4. Sudut pandang adalah cara penulis menyampaikan cerita, apakah menggunakan sudut pandang pertama, kedua atau ketiga.

  5. Hikmah adalah pelajaran penting yang bisa dipetik oleh pembaca dari sebuah narasi. Pembaca dapat mengambil hikmah dalam narasi sebagai pelajaran dalam hidup karena relevan dengan kehidupan manusia.

Karangan narasi adalah teks karangan berupa cerita (narasi sigestif) maupun teks informatif yang mengandung informasi tertentu (narasi ekspositoris). Pada umumnya, narasi yang sering diketahui masyarakat adalah narasi sugestif. (IMA)

Baca juga: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh Menulis Narasi