Pengertian Kemiskinan Kultural beserta Penyebabnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kemiskinan kultural adalah salah satu bentuk kemiskinan karena budaya masyarakat. Selain itu, bentuk kemiskinan lainnya adalah kemiskinan absolut, kemiskinan relatif, dan kemiskinan struktural. Macam bentuk kemiskinan tersebut memiliki penyebab yang berbeda.
Kemiskinan sendiri secara umum diartikan sebagai kondisi ketika seseorang memiliki pendapatan yang kurang untuk memenuhi kebutuhan dasar atau pokok. Suatu masyarakat dikatakan berada di garis kemiskinan apabila tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup yang pokok.
Pengertian Kemiskinan Kultural
Mengutip buku Analisis Gender Terhadap Fenomena Sosial, Rabina Yunus (2022: 29), kemiskinan kultural adalah bentuk kemiskinan yang terjadi sebagai akibat adanya sikap dan kebiasaan seseorang atau masyarakat yang umumnya berasal dari budaya atau adat istiadat yang relatif tidak mau memperbaiki taraf hidup dengan tata cara modern.
Kebiasaan ini dapat berupa sikap malas, pemboros, kurang kreatif, dan relatif bergantung pada pihak lain.
Sedangkan dalam buku Integrasi Kebijakan Regional dan Kemiskinan, Dr. Mohd Yusri, M.Si (2022: 16), pengertian kemiskinan kultural yang dikemukakan BPS mengacu pada sikap seseorang atau masyarakat yang disebabkan oleh faktor budaya, tradisi, dan kebiasaan yang cenderung mengarahkan masyarakat pada sikap apatis, nrimo atau pasrah pada nasib, boros, dan tidak kreatif sekalipun ada bantuan dari pihak luar.
Kemiskinan kultural juga disebabkan oleh proses perubahan sosial secara fundamental seperti transisi dari budaya feodalisme pada budaya kapitalisme.
Dalam konteks budaya, kemiskinan kultural adalah kondisi miskin yang dialami masyarakat juga terjadi karena karena adanya legalisasi atau penguatan komunitas terhadap sikap atau perilaku warganya.
Masalah kemiskinan ini juga muncul karena adanya motivasi yang rendah dari masyarakat untuk meningkatkan taraf kesejahteraan dan hal ini tidak dianggap sebagai suatu masalah serius oleh komunitas di sekitarnya.
Sebaliknya, jika ada warga yang menunjukkan tindakan proaktif, maka dianggap akan menimbulkan kecemburuan sosial serta sebagai tindakan yang menonjolkan diri sehingga dapat menimbulkan kesenjangan persaingan dalam kehidupan sosial.
Selain itu, tidak ada upaya untuk mendukung warga agar menjadi lebih sejahtera. Beberapa warga bahkan memiliki kekhawatiran apabila status sosialnya tersaingi oleh warga lainnya.
Ini terlihat dari keengganan warga untuk bekerja sama dalam program pemberdayaan secara mandiri dan kecenderungan penyaluran bantuan yang dibagikan secara merata.
Baca juga: 5 Contoh Kemiskinan Kultural beserta Penanganannya
Itulah penjelasan mengenai pengertian kemiskinan kultural beserta penyebabnya. Semoga dapat menambah wawasan mengenai permasalahan kemiskinan di Indonesia. (IND)
