Konten dari Pengguna

Pengertian Koloid, Sifat dan Jenis-jenisnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian koloid. Sumber: pexels.com/KarolinaGrabowska.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian koloid. Sumber: pexels.com/KarolinaGrabowska.

Pengertian koloid adalah campuran zat-zat, yang sifatnya terletak antara sifat-sifat larutan dan suspensi. Mempelajari campuran zat-zat dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, misalnya untuk pembuatan kecap atau saus.

Koloid dan keloid itu berbeda, karena keloid adalah bekas luka. Agar tidak keliru, maka perlu memahami pengertian, sifat dan jenis-jenis koloid.

Pengertian Koloid

Ilustrasi pengertian koloid. Sumber: pexels.com/Rfstudio.

Koloid merupakan istilah kimia yang jarang diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Untuk mengenali dan membiasakan penyebutannya, berikut adalah pengertian koloid, sifat-sifat dan jenis-jenisnya.

1. Pengertian Koloid

Dikutip dari Panduan Kimia Praktis SMA, Adi Krisbiyantoro (2008:84), pengertian koloid adalah campuran zat-zat, yang sifatnya terletak antara sifat-sifat larutan dan suspensi atau campuran kasar.

Dengan demikian, maka pengertian koloid tersebut dapat dijabarkan lagi sebagai berikut:

  1. Koloid itu heterogen seperti suspensi tapi tampak homogen seperti larutan.

  2. Dimensi larutan kurang dari 1 nm, sedangkan suspensi lebih dari 100 nm. Maka dimensi koloid adalah 1-100 nm.

  3. Larutan tidak dapat disaring, sementara suspensi dapat disaring dengan saringan biasa. Sedangkan koloid bisa disaring dengan saringan membran.

2. Sifat-sifat Koloid

Untuk memanfaatkan koloid, perlu mengetahui sifat-sifatnya. Sifat-sifat koloid adalah:

  1. Efek Tyndall, adalah peristiwa menghamburnya cahaya jika dipancarkan melalui sistem koloid.

  2. Gerak Brown, adalah gerakan partikel terdispersi dalam sistem koloid akibat tumbukan antarpartikel yang acak dan tidak berhenti.

  3. Elektroforesis, adalah berpindahnya partikel-partikel dalam sistem koloid karena pengaruh medan listrik.

  4. Adsorbsi, adalah proses penyerapan pada permukaan atau ion yang dilakukan sistem koloid agar memiliki muatan listrik.

  5. Koagulasi, adalah peristiwa penggumpalan partikel-partikel koloid karena berbagai sebab, antara lain penambahan enzim atau zat kimia tertentu.

3. Jenis-jenis Koloid

Meski terlihat homogen, koloid memiliki 2 fase, yaitu terdispersi dan kontinyu (medium pendispersinya).Berdasarkan 2 fase tersebut, jenis-jenis koloid adalah:

  1. Aerosol Cair

    Terdispersi: cair.

    Pendispersi: gas.

    Contoh: awan, cat semprot dan kabut.

  2. Aerosol Padat

    Terdispersi: padat.

    Pendispersi: gas.

    Contoh: asap, debu.

  3. Buih

    Terdispersi: gas.

    Pendispersi: cair.

    Contoh: busa sabun, krim kocok.

  4. Emulsi

    Terdispersi: cair.

    Pendispersi: cair.

    Contoh: santan, susu, mayones dan minyak ikan.

  5. Sol Cair

    Terdispersi: padat.

    Pendispersi: cair.

    Contoh: cat, sol emas dan tinta.

  6. Buih Padat

    Terdispersi: gas.

    Pendispersi: padat.

    Contoh: batu apung, karet busa dan styrofoam.

  7. Emulsi Padat

    Terdispersi: cair.

    Pendispersi: padat.

    Contoh: jeli, keju, marganin, mentega mutiara dan opal.

  8. Sol Padat

    Terdispersi: padat.

    Pendispersi: padat.

    Contoh: gelas warna, intan dan paduan logam.

Baca juga: Pengertian Sifat Koligatif Penurunan Titik Beku beserta Manfaatnya

Demikianlah pembahasan bahwa pengertian koloid adalah campuran zat-zat. Dari pembahasan di atas dapat diketahui bahwa koloid sudah digunakan secara luas. (lus)