Pengertian Koloid, Sifat dan Jenis-jenisnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian koloid adalah campuran zat-zat, yang sifatnya terletak antara sifat-sifat larutan dan suspensi. Mempelajari campuran zat-zat dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, misalnya untuk pembuatan kecap atau saus.
Koloid dan keloid itu berbeda, karena keloid adalah bekas luka. Agar tidak keliru, maka perlu memahami pengertian, sifat dan jenis-jenis koloid.
Pengertian Koloid
Koloid merupakan istilah kimia yang jarang diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Untuk mengenali dan membiasakan penyebutannya, berikut adalah pengertian koloid, sifat-sifat dan jenis-jenisnya.
1. Pengertian Koloid
Dikutip dari Panduan Kimia Praktis SMA, Adi Krisbiyantoro (2008:84), pengertian koloid adalah campuran zat-zat, yang sifatnya terletak antara sifat-sifat larutan dan suspensi atau campuran kasar.
Dengan demikian, maka pengertian koloid tersebut dapat dijabarkan lagi sebagai berikut:
Koloid itu heterogen seperti suspensi tapi tampak homogen seperti larutan.
Dimensi larutan kurang dari 1 nm, sedangkan suspensi lebih dari 100 nm. Maka dimensi koloid adalah 1-100 nm.
Larutan tidak dapat disaring, sementara suspensi dapat disaring dengan saringan biasa. Sedangkan koloid bisa disaring dengan saringan membran.
2. Sifat-sifat Koloid
Untuk memanfaatkan koloid, perlu mengetahui sifat-sifatnya. Sifat-sifat koloid adalah:
Efek Tyndall, adalah peristiwa menghamburnya cahaya jika dipancarkan melalui sistem koloid.
Gerak Brown, adalah gerakan partikel terdispersi dalam sistem koloid akibat tumbukan antarpartikel yang acak dan tidak berhenti.
Elektroforesis, adalah berpindahnya partikel-partikel dalam sistem koloid karena pengaruh medan listrik.
Adsorbsi, adalah proses penyerapan pada permukaan atau ion yang dilakukan sistem koloid agar memiliki muatan listrik.
Koagulasi, adalah peristiwa penggumpalan partikel-partikel koloid karena berbagai sebab, antara lain penambahan enzim atau zat kimia tertentu.
3. Jenis-jenis Koloid
Meski terlihat homogen, koloid memiliki 2 fase, yaitu terdispersi dan kontinyu (medium pendispersinya).Berdasarkan 2 fase tersebut, jenis-jenis koloid adalah:
Aerosol Cair
Terdispersi: cair.
Pendispersi: gas.
Contoh: awan, cat semprot dan kabut.
Aerosol Padat
Terdispersi: padat.
Pendispersi: gas.
Contoh: asap, debu.
Buih
Terdispersi: gas.
Pendispersi: cair.
Contoh: busa sabun, krim kocok.
Emulsi
Terdispersi: cair.
Pendispersi: cair.
Contoh: santan, susu, mayones dan minyak ikan.
Sol Cair
Terdispersi: padat.
Pendispersi: cair.
Contoh: cat, sol emas dan tinta.
Buih Padat
Terdispersi: gas.
Pendispersi: padat.
Contoh: batu apung, karet busa dan styrofoam.
Emulsi Padat
Terdispersi: cair.
Pendispersi: padat.
Contoh: jeli, keju, marganin, mentega mutiara dan opal.
Sol Padat
Terdispersi: padat.
Pendispersi: padat.
Contoh: gelas warna, intan dan paduan logam.
Baca juga: Pengertian Sifat Koligatif Penurunan Titik Beku beserta Manfaatnya
Demikianlah pembahasan bahwa pengertian koloid adalah campuran zat-zat. Dari pembahasan di atas dapat diketahui bahwa koloid sudah digunakan secara luas. (lus)
