Pengertian Komunikasi Asertif dan Cara Menerapkannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika berada di lingkungan yang mengharuskan untuk bersosialisasi, ada baiknya untuk mempelajari teknik komunikasi asertif. Komunikasi asertif adalah cara berkomunikasi terbuka namun dengan tetap menjaga rasa hormat.
Teknik komunikasi seperti ini sebaiknya diterapkan dalam organisasi dan pekerjaan. Dengan penyampaian yang tegas namun tenang, akan membuat hubungan sosial berjalan harmonis.
Pengertian Komunikasi Asertif
Apa pengertian komunikasi asertif? Dikutip dari laman Psikologi Ugm, lm.psikologi.ugm.ac.id, bahwa komunikasi asertif merupakan sebuah teknik berkomunikasi di mana seseorang dapat menyampaikan pendapatnya secara lugas tanpa menyinggung orang tertentu baik secara verbal maupun non-verbal.
Dalam perilaku asertif terdapat keinginan, kebutuhan, pikiran, perasaan, harapan, pendapat diri sendiri secara tegas dengan jujur, apa adanya dan sesuai dengan hal dan kewenangan individu tanpa melanggar hak orang lain.
Orang yang asertif dapat mengekspresikan perasaan positif dan negatif secara wajar. Jika teknik komunikasi asertif dapat diterapkan pada semua individu, maka dapat membuka peluang untuk berdiskusi secara terbuka dengan menerima segala pendapat dan masukan.
Perlu diketahui, komunikasi asertif memang tidak mudah diterapkan, sebab hal ini turut dipengaruhi karakter bawaan seseorang. Namun teknik ini dapat dipelajari secara perlahan agar dapat menguasainya.
Cara Menerapkan Komunikasi Asertif
Jenis komunikasi ini sangat efektif dilakukan ketika mengutarakan ketidaksetujuan seseorang dengan situasi tertentu. Sehingga perbedaan cara pandang dapat tetap tersampaikan. Berikut cara menerapkan komunikasi asertif.
Melatih nada bicara dan bahasa tubuh. Berbicara dengan nada yang tenang, serta posisi tubuh tegap dan menatap mata, akan membuat lawan bicara merasa tidak diintimidasi.
Mendengarkan dahulu apa yang disampaikan lawan bicara. Ketika berkomunikasi, baiknya dengarkan dulu dengan seksama yang ingin disampaikan lawan bicara. Setelah itu barulah utarakan pendapat dengan sopan.
Menerima kritik dan saran. Dalam komunikasi asertif sebisa mungkin menerima respon positif dan negatif yang diberikan. Jika tidak setuju, ungkapkan alasan dan pendapat yang menjelaskan penolakan tersebut.
Menyampaikan fakta tanpa menghakimi. Hal ini penting agar tidak terjadi perselisihan, maka komunikasi asertif akan menjadi solusi jika ada yang merasa tidak adil dalam hal tertentu. Jika merasa dirugikan, ada baiknya ungkapkan ketidaksukaan dengan sopan, lalu lanjutkan dengan membahas solusi untuk kemudian hari.
Baca Juga: Pengertian Feedback dalam Komunikasi beserta Fungsinya
Dapat disimpulkan jika komunikasi asertif adalah kemampuan yang sebaiknya dikuasai oleh individu dalam bersosialisasi. Sehingga dapat menciptakan kenyamanan bersama. (DVA)
