Pengertian Kondensasi dan Bentuk-bentuknya

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kondensasi adalah perubahan bentuk benda dari wujud yang lebih padat, seperti gas menjadi cairan. Kondensasi disebut juga dengan pengembunan yang merupakan kebalikan dari evaporasi atau penguapan.
Dikutip dari buku Dasar-2 Fenomena Transport/2, James R. Welty (2002:152), kondensasi terjadi saat suatu uap atau gas menyentuh permukaan yang temperaturnya lebih rendah dari temperatur jenuh uap tersebut.
Pengertian Kondensasi
Pengertian dari kondensasi adalah suatu proses ketika terjadi perubahan gas ke dalam bentuk cair, yaitu perubahan uap air menjadi cairan. Pada proses kondensasi, suhu memegang peranan penting.
Misalnya, pada pagi hari embun ialah uap air yang berubah menjadi tetesan air. Pengembunan tersebut dapat terjadi karena malam hari udaranya lebih dingin. Titik embun merupakan saat ketika kondensasi terjadi.
Kondensasi juga adalah proses yang terjadi saat tetesan air jatuh ke kaca rumah atau kendaraan yang permukaannya dingin. Saat udara hangat bertemu dengan permukaan dingin, maka titik embun mencapai tahap kondensasi.
Proses natural kondensasi ini terjadi karena dua hal, yakni uap air berpindah ke permukaan yang lebih dingin serta saat uap air mengalami kompresi atau penekanan.
Bentuk Kondensasi
Di alam terjadi beberapa fenomena kondensasi yang dapat ditemukan pada kondisi-kondisi tertentu. Adapun berikut beberapa bentuk kondensasi tersebut.
1. Embun
Embun merupakan salah satu bentuk kondensasi. Embun adalah bentuk dari tetesan air yang terbentuk dari uap air pada permukaan yang suhunya dingin. Fenomena embun adalah contoh sederhana terjadinya kondensasi di alam.
Di pagi hari, pada pedesaan yang masih asri, kadang ditemukan tetesan air menempel pada rumput maupun dedaunan. Itu adalah embun yang merupakan hasil kondensasi di malam hari.
2. Kabut
Kabut merupakan awan yang turun ke permukaan bumi. Munculnya kabut biasanya terjadi saat hujan turun dari massa udara hangat menjadi dingin, sehingga uap air melalui titik jenuh. Kabut biasanya akan muncul di lereng pegunungan karena udara lembap.
Kabut adalah hasil kondensasi setelah hujan turun di malam hari. Ketika itu uap air membentuk tetesan yang sangat kecil di udara yang lebih dikenal dengan istilah kabut.
3. Awan
Bentuk kondensasi yang ada di alam lainnya adalah awan. Awan adalah kumpulan tetesan air atau kristal es yang ada di atmosfer. Awan dapat terbentuk ketika uap air yang tak terlihat di udara mengalami proses kondensasi.
4. Hujan
Penyebab utama hujan adalah kondensasi. Hujan merupakan kondensasi yang jatuh dari awan ke permukaan bumi. Uap air yang mulanya dari bumi menjadi naik ke atas karena panas, namun setelah naik air akan mengalami kondensasi dan turun sebagai hujan.
Baca Juga: Macam-Macam Siklus Hidrologi beserta Proses Terjadinya
Pada intinya, kondensasi adalah pengembunan atau perubahan bentuk gas menjadi cair. Kondensasi disebabkan oleh uap air yang ada di udara dan melalui suhu yang lebih dingin sehingga berubah menjadi titik-titik air. (SLM)
