Pengertian, Manfaat, Proses, dan Ciri Hujan Zenithal

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hujan merupakan kondisi alam dalam mencapai keseimbangan. Berdasarkan buku Sains Perubahan Iklim (2020), ada beberapa jenis hujan yang salah satunya adalah hujan zenithal. Salah satu ciri hujan zenithal adalah hanya terjadi di daerah iklim tropis atau subtropis.
Hujan zenithal merupakan hujan yang terjadi di siang hari saat matahari berada hampir tepat di atas kepala. Kondisi matahari seperti ini disebut dengan zenith. Itulah alasan mengapa hujan ini bernama hujan zenithal.
Manfaat Hujan Zenithal
Setiap jenis hujan yang terjadi, pasti memberikan manfaat bagi manusia, hewan, tumbuhan, dan alam yang ada di bumi. Berikut ini adalah manfaat dari hujan zenithal yaitu:
Memberikan rasa sejuk pada daerah tropis
Membebaskan awan dari kandungan uap air yang terlalu jenuh
Membuat cuaca menjadi kembali cerah
Menyuburkan tanah
Membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman
Membantu menngurangi polusi udara pada daerah tropis
Membuat udara di daerah tropis menjadi lebih bersih
Meningkatkan volume air pada sungai, rawa, bendungan, waduk, hingga sumur
Membersihkan debu yang dapat membahayakan pengendara di jalan
Proses Terjadinya Hujan Zenithal
Sama dengan jenis hujan lainnya, hujan zenithal juga berproses secara alamiah. Proses terjadinya hujan ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu sengatan matahari yang panas, kondisi cuaca yang sangat panas, serta adanya sumber air di wilayah tersebut.
Hujan zenithal terjadi melalui beberapa proses yang berurutan. Berikut ini merupakan proses terjadinya hujan ini.
Pada siang hari di daerah beriklim tropis, matahari bersinar sangat terik.
Terjadi pemanasan sehingga menyebabkan penguapan pada sumber perairan di bumi.
Selain terjadi penguapan, juga terjadi pengembangan udara.
Setelah terjadi penguapan, uap air akan mengalami pendinginan sehingga berubah menjadi titik-titik air. Proses ini disebut sebagai pengembunan.
Titik-titik air akan mengalami kejenuhan, sehingga jatuh kembali ke permukaan bumi dengan menjadi hujan zenithal.
Ciri Hujan Zenithal
Hujan zenithal memiliki nama lain yaitu hujan ekuatorial, hujan konveksi, atau hujan naik tropis. Hal ini selaras dengan ciri-ciri hujan zenithal. Berikut ini adalah beberapa ciri hujan zenithal, diantaranya:
Hujan terjadi di daerah dengan iklim tropis
Hujan terjadi dua kali dalam satu tahun
Hujan terjadi pada siang hari dengan kondisi cerah dan terik matahari
Hujan tidak mencakup wilayah yang luas
Hujan ditandai dengan awan gelap bahkan awan hitam
Hujan terjadi dengan sangat lebat
Hujan disertai dengan guntur
Baca juga: Mengenal Macam-Macam Hujan dan Prosesnya
Itulah penjelasan mengenai pengertian, proses terjadinya, serta ciri hujan zenithal. Semoga menambah pengatahuan. (REY)
