Konten dari Pengguna

Pengertian P5 dan Implementasinya dalam Kurikulum Merdeka

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi P5 Adalah. Sumber: Unsplash/MufidMajnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi P5 Adalah. Sumber: Unsplash/MufidMajnun

P5 adalah singkatan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, yang merupakan salah satu inti dari penerapan Kurikulum Merdeka. Tujuannya agar pelajar Indonesia memiliki karakter yang kuat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Dalam Kurikulum Merdeka, P5 menjadi panduan bagi guru dan sekolah dalam merancang program pembelajaran yang fleksibel dan relevan. Harapannya, siswa dapat berkembang menjadi individu lebih mandiri, kreatif, dan berakhlak mulia.

Pengertian P5 dalam Kurikulum Merdeka

Ilustrasi P5 Adalah. Sumber: Unsplash/SyahrulAlamsyahWahid

Menurut buku Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Standar Nasional Pendidikan karya Prof. Dr. Hj. Ade Turry R. Rossa, M. M. Pd, dkk (2023), P5 adalah pembelajaran interdisipliner dalam mengamati permasalahan di lingkungan dan memikirkan solusi untuk memperkuat berbagai keterampilan siswa.

Dalam pelaksanaan P5, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbud Ristek RI telah menetapkan empat prinsip utama landasan berpikir dan bertindak, yaitu holistik, kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan eksploratif.

Profil Pelajar Pancasila sendiri terdiri dari enam dimensi yang saling berkaitan dan saling mendukung, antara lain:

  1. Beriman, Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia: Mencakup akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam, dan akhlak bernegara.

  2. Berkebhinekaan Global: Menekankan untuk mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, serta refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebhinekaan.

  3. Bergotong Royong: Dimensi ini melibatkan elemen kunci kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.

  4. Mandiri: Meliputi elemen kunci kesadaran akan diri, dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.

  5. Berpikir Kritis: Mencakup kemampuan untuk memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, serta mengambil keputusan.

  6. Kreatif: Dimensi ini menekankan pada kemampuan menghasilkan gagasan yang orisinal, menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.

Implementasi P5 di Sekolah

Ilustrasi P5 Adalah. Sumber: Unsplash/MuhammadAzzam

P5 dalam Kurikulum Merdeka diwujudkan melalui berbagai kegiatan projek yang terintegrasi dalam proses pembelajaran. Berikut ini adalah beberapa contoh implementasinya di sekolah:

1. Pembelajaran Intrakurikuler

Dalam kurikulum, Profil Pelajar Pancasila tertuang dalam Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran, serta materi atau topik pembelajaran yang melibatkan keenam dimensinya.

2. Pembelajaran Kokurikuler

Profil Pelajar Pancasila menjadi pilihan dalam kegiatan P5 di tingkat kokurikuler. Keenam dimensi tersebut menjadi panduan dalam menetapkan tujuan kegiatan dan dasar penilaian projek.

3. Pembelajaran Ekstrakurikuler

Keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila terhubung dalam pengembangan minat dan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler.

4. Budaya Satuan Pendidikan

Profil Pelajar Pancasila menjadi elemen kunci dalam budaya sekolah, yang menyatu dalam lingkungan sekolah, kebijakan, pola interaksi, komunikasi, serta norma-norma yang berlaku di satuan pendidikan.

P5 adalah sebuah kurikulum berbasis projek untuk mengembangkan karakter dan kompetensi peserta didik sesuai nilai Pancasila. Tujuannya adalah membentuk pelajar Indonesia yang berkarakter dan siap menghadapi tantangan global. (ALF)

Baca juga: 6 Manfaat P5 bagi Siswa dalam Penerapan Kurikulum Merdeka