Konten dari Pengguna

Pengertian Pendekatan Cross Sectional beserta Kelebihannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pendekatan cross sectional. Sumber: Pexels/Christina Morillo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pendekatan cross sectional. Sumber: Pexels/Christina Morillo

Pada dasarnya, waktu pengumpulan data dalam metode penelitian melibatkan dua pendekatan utama, yaitu pendekatan cross sectional dan longitudinal. Pendekatan cross sectional adalah metode penelitian yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat.

Nantinya, faktor risiko dan dampak atau efeknya diobservasi pada saat yang sama. Hal ini dapat diartikan bahwa setiap subjek penelitian diobservasi hanya satu kali saja dan faktor risiko serta dampak diukur menurut keadaan atau status pada saat dilakukan observasi.

Pengertian Pendekatan Cross Sectional

Ilustrasi pengertian pendekatan cross sectional. Sumber: Pexels/Lukas

Pendekatan cross sectional adalah metode penelitian dengan menggunakan pendekatan silang. Dikutip dari buku Metodologi Penelitian Pendidikan dan Palikasinya Pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Drs. Johni Dimyati, M.M., (2013:10), pendekatan cross sectional tidak menggunakan subjek yang sama.

Ketika penelitian menggunakan pendekatan cross sectional ini, mereka hanya mengobservasi fenomena pada satu titik waktu tertentu. Sebab, penelitiannya bersifat eksploratif, deskriptif, ataupun eksplanatif.

Pendekatan ini dapat digunakan untuk menghitung besarnya risiko kelompok, risiko relatif, dan risiko atribut. Sayangnya, pendekatan tidak memiliki kemampuan untuk menjelaskan dinamika perubahan kondisi atau hubungan dari populasi yang diamatinya dalam periode waktu yang berbeda serta variabel dinamis yang memengaruhinya.

Kelebihan Pendekatan Cross Sectional

Ilustrasi kelebihan pendekatan cross sectional. Sumber: Pexels/RDNE Stock project

Dalam pendekatan cross sectional, subjek penelitian diambil secara acak atau representatif dari populasi yang dituju. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk menggambarkan keadaan atau fenomena pada saat itu sehingga pendekatan cross sectional memiliki banyak kelebihan. Berikut ini penjelasannya.

  1. Mudah dilakukan, sederhana dan biaya penelitiannya murah karena tidak memerlukan follow up

  2. Hasil dapat diperoleh dengan cepat dan dalam waktu bersamaan dapat dikumpulkan variabel yang banyak, baik variabel risiko maupun variabel efek

  3. Tidak memaksa subjek untuk mengalami faktor yang diperkirakan bersifat merugikan kesehatan

  4. Mewakili populasi umum

  5. Menjawab hipotesis

Pendekatan cross sectional adalah suatu pendekatan yang mengamati dan mengukur variabel penelitian pada satu titik waktu. Semoga informasi yang disampaikan ini dapat bermanfaat bagi pembaca ketika ingin menggunakan metode penelitian tersebut. (NTA)

Baca juga: Bagaimana Mengetahui Capaian Pembelajaran Siswa dalam Pendekatan TaRL?